
Pantau - Wakil Menteri Luar Negeri Kuba Anayansi Rodriguez menyatakan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) dan kelompok negara berkembang BRICS menjadi representasi alternatif hubungan internasional yang mengedepankan penghormatan terhadap hukum internasional, kedaulatan negara, dan kerja sama saling menguntungkan.
Pernyataan tersebut disampaikan Rodriguez dalam wawancara dengan RIA Novosti yang dikutip di Havana.
EAEU dan BRICS Dinilai Tawarkan Model Kerja Sama Baru
Rodriguez mengatakan EAEU dan BRICS menunjukkan bahwa hubungan antarnegara dapat dibangun berdasarkan prinsip saling melengkapi tanpa bergantung pada aliansi ideologis.
“EAEU dan BRICS adalah asosiasi negara-negara Global Selatan, yang mewakili alternatif kerja sama dan saling melengkapi; sebuah alternatif yang menunjukkan bahwa dunia yang lebih baik adalah sebuah kemungkinan, berdasarkan hukum internasional dan penghormatan terhadap norma internasional, termasuk norma perdagangan internasional,” ungkapnya.
Menurut dia, kedua kelompok tersebut menerapkan prinsip-prinsip yang tercantum dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk penghormatan terhadap kedaulatan, kemerdekaan, keutuhan wilayah, dan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain.
“Mereka membangun hubungan mereka bukan atas dasar aliansi ideologis, melainkan atas dasar kerja sama, hubungan persahabatan, dan saling melengkapi antar negara dan perekonomian kita,” ujarnya.
Rodriguez menambahkan Kuba telah menjalin hubungan kerja sama dan persahabatan dengan seluruh negara anggota EAEU maupun negara anggota dan mitra BRICS.
Kuba Tawarkan Mariel Jadi Pusat Logistik
Dalam kesempatan tersebut, Rodriguez juga menawarkan Zona Pengembangan Khusus Mariel sebagai pusat logistik yang dapat menghubungkan negara-negara EAEU dan BRICS dengan kawasan Amerika Latin serta Karibia.
“Zona Pengembangan Khusus Mariel milik Kuba memiliki potensi besar untuk menjadi pusat logistik, yang dapat berfungsi sebagai jembatan antara negara-negara EAEU atau BRICS dengan Amerika Latin dan Karibia,” katanya.
BRICS merupakan kelompok yang didirikan pada 2006 oleh Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.
Keanggotaan BRICS kemudian bertambah dengan masuknya Mesir, Etiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab pada 2024, serta Indonesia yang resmi menjadi anggota penuh pada 2025.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





