
Pantau - Perdana Menteri Ceko Andrej Babis menyatakan Kanselir Jerman Friedrich Merz seharusnya memimpin misi diplomatik Uni Eropa untuk mengakhiri konflik di Ukraina berdasarkan mandat dari Dewan Uni Eropa dan Komisi Eropa.
Pernyataan tersebut disampaikan Babis kepada wartawan sebelum keberangkatannya menghadiri KTT Uni Eropa dan Balkan Barat pada Kamis.
Babis Usulkan Merz Pimpin Misi Diplomatik Uni Eropa
Menurut Babis, Jerman memiliki posisi strategis untuk memimpin upaya diplomatik atas nama Uni Eropa dalam mencari solusi terhadap konflik yang masih berlangsung di Ukraina.
"Bagi saya jelas bahwa justru Kanselir Jerman Merz-lah yang seharusnya memimpin misi diplomatik untuk mengakhiri konflik di Ukraina, berdasarkan mandat dari Dewan Uni Eropa dan Komisi Eropa," ungkap Babis seperti dikutip kantor berita CTK.
Ia menilai konflik yang berkepanjangan tidak memberikan keuntungan bagi pihak mana pun.
"Berlanjutnya konflik ini tidak akan menguntungkan siapa pun, dan Presiden AS Donald Trump sekarang fokus pada Timur Tengah dan menangani masalah blokade Selat Hormuz," katanya.
Merz Pernah Usulkan Perluasan Jaminan Pertahanan untuk Ukraina
Sebelumnya, surat kabar Jerman Frankfurter Allgemeine Zeitung pada 21 Mei melaporkan bahwa Friedrich Merz mengusulkan perluasan kewajiban pertahanan bersama yang tercantum dalam Perjanjian Uni Eropa kepada Ukraina.
Usulan tersebut dinilai dapat memberikan status sebagai "anggota asosiasi" Uni Eropa kepada Ukraina dalam aspek pertahanan dan keamanan.
Pernyataan Babis muncul di tengah upaya berbagai negara Eropa untuk mencari jalan diplomatik guna mengakhiri konflik yang berlangsung antara Rusia dan Ukraina.
- Penulis :
- Aditya Yohan





