
Pantau - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia untuk mendukung perdamaian yang inklusif dan berkelanjutan di Myanmar saat melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Myanmar Min Aung Hlaing di Naypyidaw.
Dalam pertemuan tersebut, Sugiono menyampaikan pesan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan dukungan Indonesia terhadap upaya penyelesaian konflik dan stabilitas di Myanmar.
Indonesia Dorong Dialog Damai
Sugiono menegaskan Indonesia siap berkontribusi dalam mendorong penyelesaian konflik melalui dialog yang melibatkan seluruh pihak terkait.
"Indonesia siap bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan di Myanmar demi tercapainya dialog untuk menyelesaikan konflik secara damai," ungkapnya.
Indonesia juga menegaskan keyakinan bahwa proses perdamaian harus dimiliki dan dipimpin oleh Myanmar sendiri agar dapat berjalan secara berkelanjutan.
Selain itu, Indonesia kembali menekankan pentingnya implementasi Five-Point Consensus sebagai kerangka bersama ASEAN dalam membantu penyelesaian situasi di Myanmar.
Bahas Kerja Sama Bilateral dan Kawasan
Selain bertemu Presiden Min Aung Hlaing, Menlu Sugiono juga menggelar pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Myanmar U Tin Maung Swe.
Kedua pihak membahas berbagai isu bilateral dan kawasan, termasuk peluang memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, pendidikan, serta hubungan antarmasyarakat kedua negara.
Bagi Indonesia, Myanmar merupakan bagian dari keluarga besar ASEAN sehingga kerja sama konstruktif akan terus diperkuat bersama seluruh negara anggota.
Kunjungan Sugiono menjadi bagian dari keterlibatan berkelanjutan negara-negara ASEAN dalam mendukung perdamaian dan stabilitas di Myanmar setelah sebelumnya menteri luar negeri dari Filipina, Thailand, dan Malaysia juga melakukan kunjungan serupa.
Hubungan Historis Indonesia dan Myanmar
Indonesia dan Myanmar telah menjalin hubungan diplomatik sejak 1949.
Kedua negara juga tercatat sebagai penggagas Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada 1955 yang menjadi tonggak penting dalam memperkuat solidaritas dan kerja sama negara-negara berkembang.
- Penulis :
- Aditya Yohan





