
Pantau - Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mengkritik penerapan cancel culture atau "budaya pembatalan" dalam kebijakan luar negeri dan menegaskan pentingnya menjaga komunikasi dengan negara-negara seperti China dan India.
Cooper Nilai Penolakan Dialog Merugikan Kepentingan Inggris
Dalam wawancara dengan surat kabar The Sun, Cooper menyinggung pandangan sejumlah pihak di Inggris yang menolak menjalin komunikasi dengan negara tertentu.
"Saya merasa ada pendekatan dari sejumlah pihak lain di Inggris yang menyerupai budaya pembatalan dalam kebijakan luar negeri, yakni tidak mau berbicara dengan negara lain," ungkapnya.
"Saya pikir pendekatan itu keliru. Itu merupakan pendekatan yang sangat buruk dalam hubungan luar negeri, dan tidak mewakili kepentingan Inggris," lanjutnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Cooper saat mengomentari kunjungan diplomatiknya ke China dan India dalam waktu dekat ini.
Ia juga mencatat Partai Konservatif dan partai sayap kanan Reformasi Inggris menentang dialog dengan China.
Sementara itu, Partai Hijau mengkritik hubungan dekat Inggris dengan India dan Demokrat Liberal menolak kunjungan Raja Charles III ke Amerika Serikat.
Bahas Selat Hormuz dan Ukraina Saat Kunjungan ke China
Pada awal Juni 2026, Cooper melakukan kunjungan ke China dan bertemu Menteri Luar Negeri China Wang Yi.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas isu pembukaan Selat Hormuz serta perkembangan konflik di Ukraina.
Cooper menegaskan pemerintah Inggris perlu terus menjalin komunikasi dengan Beijing sambil tetap mempertahankan nilai-nilai yang dianut negara tersebut.
Menurutnya, diplomasi yang efektif membutuhkan keterlibatan langsung dengan berbagai negara meskipun terdapat perbedaan pandangan dalam sejumlah isu internasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan





