HOME  ⁄  Geopolitik

Anutin Charnvirakul dan Hun Manet Serukan Dialog untuk Wujudkan Perdamaian Permanen Thailand-Kamboja

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Anutin Charnvirakul dan Hun Manet Serukan Dialog untuk Wujudkan Perdamaian Permanen Thailand-Kamboja
Foto: Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul (kanan), Perdana Menteri Kamboja Hun Manet (kiri) dan Presiden Filipina Ferdinand Romualdez Marcos berfoto di sela KTT ke-48 ASEAN, Cebu, Filipina, Minggu (7/5/2026)

Pantau - Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dan Perdana Menteri Kamboja Hun Manet menyerukan peningkatan upaya penyelesaian perselisihan antara kedua negara dalam ASEAN Future Forum di Hanoi, Vietnam, pada 9 Juni 2026, dengan menekankan pentingnya dialog, kerja sama damai, dan pelaksanaan kesepakatan yang telah disepakati.

Anutin Charnvirakul menyatakan Thailand dan Kamboja saat ini berada pada titik penting dalam hubungan bilateral mereka.

Ia menegaskan kedua negara perlu bekerja sama lebih erat untuk mengatasi berbagai tantangan dalam hubungan bilateral serta mengedepankan dialog dan kerja sama damai.

"Kami memulai babak baru hubungan Thailand dan Kamboja yang dibangun berdasarkan rasa saling percaya, keyakinan bersama, dan dialog dengan iktikad baik," ungkap Anutin.

Menurut Anutin, kemauan politik dan tekad politik menjadi faktor utama untuk mencapai penyelesaian yang damai, berkelanjutan, dan dapat diterima oleh kedua pihak.

Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa solusi damai dapat dicapai meskipun masih terdapat berbagai kesulitan dan tantangan.

Gencatan Senjata Masih Berlaku tetapi Rapuh

Hun Manet menjelaskan bahwa gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja masih tetap berlaku hingga saat ini.

Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi gencatan senjata tersebut masih tergolong rapuh sehingga membutuhkan komitmen bersama untuk menjaganya.

Hun Manet menyerukan agar kedua negara melaksanakan pernyataan bersama tertanggal 27 Desember 2025 serta menjalankan seluruh kesepakatan yang telah dibuat secara penuh, efektif, dan sesegera mungkin.

Kedaulatan dan Integritas Wilayah Harus Dihormati

Hun Manet menegaskan bahwa kedaulatan negara harus dihormati dan integritas wilayah tidak boleh diubah melalui kekuatan maupun paksaan.

"Kedaulatan negara harus dihormati dan integritas wilayah tidak boleh diubah melalui kekuatan atau paksaan," tegasnya.

Pemerintah Kamboja kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga perdamaian, menghindari eskalasi konflik, dan mempertahankan stabilitas kawasan.

Kedua negara juga berkomitmen mengubah gencatan senjata yang saat ini berlaku menjadi perdamaian permanen, hubungan bilateral yang lebih stabil, serta kerja sama jangka panjang yang berkelanjutan.

Pesan utama yang disampaikan kedua pemimpin adalah mengutamakan dialog dibanding konfrontasi, memperkuat kepercayaan antara Thailand dan Kamboja, menjalankan kesepakatan yang telah dibuat, menjaga kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing, serta mewujudkan penyelesaian damai dan permanen atas perselisihan yang ada.

Penulis :
Arian Mesa