HOME  ⁄  Geopolitik

Donald Trump Sebut Kesepakatan Damai AS-Iran Berpeluang Ditandatangani dalam Dua hingga Tiga Hari

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Donald Trump Sebut Kesepakatan Damai AS-Iran Berpeluang Ditandatangani dalam Dua hingga Tiga Hari
Foto: Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump (sumber: Anadolu)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran berpeluang ditandatangani dalam dua hingga tiga hari ke depan, seiring negosiasi yang disebut telah memasuki tahap akhir.

Trump mengatakan salah satu poin utama dalam kesepakatan tersebut adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun serta membuka kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur pelayaran strategis dunia.

Trump mengungkapkan, "Kami berada pada tahap akhir dari apa yang akan menjadi kesepakatan yang sangat, sangat baik yang tidak akan memungkinkan (Iran) memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun. Dan selat itu (Hormuz) akan dibuka kembali segera. Selat itu akan dibuka segera setelah penandatanganan, yang bisa terjadi dalam dua atau tiga hari."

Trump menegaskan bahwa waktu yang dimaksud adalah benar-benar dua atau tiga hari dan bukan beberapa pekan.

Trump Klaim Negosiasi Hampir Rampung

Saat diminta menjelaskan kembali pernyataannya, Trump menyampaikan bahwa peluang tercapainya kesepakatan berada pada tingkat yang tinggi.

Ia mengungkapkan, "Kami memiliki peluang yang baik untuk mewujudkannya. Sejujurnya, kami seharusnya bisa menyelesaikannya dalam satu jam jika memang mau. Saya pikir kami sangat dekat dengan kesepakatan yang sangat baik, kuat, dan penting."

Menurut Trump, fokus utama pembahasan mencakup isu program nuklir Iran dan stabilitas kawasan Timur Tengah.

Pembukaan kembali Selat Hormuz juga menjadi bagian penting dalam kesepakatan karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dan energi dunia.

Latar Belakang Konflik dan Proses Diplomasi

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah sasaran di Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut mencakup target di Teheran dan wilayah lainnya serta menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

Iran kemudian melakukan serangan balasan dengan menargetkan wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Pada 7 April 2026, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata sebagai langkah awal meredakan ketegangan.

Setelah gencatan senjata, perundingan lanjutan digelar di Islamabad namun belum menghasilkan terobosan yang signifikan.

Hingga kini, negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat masih berlangsung dengan kedua pihak berupaya menyelesaikan rancangan memorandum kesepahaman.

Memorandum kesepahaman tersebut dirancang sebagai kerangka dasar kesepakatan damai sekaligus landasan penyelesaian berbagai isu yang masih diperselisihkan.

Meski proses diplomasi terus berjalan, kedua negara dilaporkan masih melakukan serangan terbatas secara terpisah pada beberapa kesempatan.

Saat ini, negosiasi disebut berada pada tahap akhir dengan fokus utama mencakup isu nuklir Iran dan stabilitas kawasan, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz.

Penulis :
Leon Weldrick