HOME  ⁄  Geopolitik

Venezuela Pastikan Pemimpin Tren de Aragua Nino Guerrero Tewas dalam Operasi Keamanan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Venezuela Pastikan Pemimpin Tren de Aragua Nino Guerrero Tewas dalam Operasi Keamanan
Foto: (Sumber : Ilustrasi penangkapan kelompok kriminal di Venezuela)

PANTAU - Pemerintah Venezuela memastikan kebenaran pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai kematian pemimpin organisasi kriminal Tren de Aragua, Hector Rusthenford Guerrero Flores atau yang dikenal sebagai Nino Guerrero, dalam sebuah operasi keamanan di negara bagian Bolivar.

Venezuela Sebut Operasi Didukung Kerja Sama dengan Amerika Serikat

Kementerian Komunikasi dan Informasi Venezuela menyatakan Nino Guerrero tewas dalam operasi yang menyasar kelompok kriminal Tren de Aragua di wilayah pedesaan negara bagian Bolivar.

Operasi tersebut melibatkan otoritas Venezuela dan Amerika Serikat serta diwarnai bentrokan dengan anggota kelompok kriminal selama pelaksanaannya.

Pihak berwenang menjelaskan bahwa misi dijalankan dengan dukungan teknologi canggih, pertukaran informasi intelijen, dan mekanisme kerja sama antara kedua negara.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga telah mengumumkan bahwa Nino Guerrero tewas dalam operasi yang mendapat dukungan dari otoritas Venezuela.

Nino Guerrero Memimpin Jaringan Kriminal Lintas Negara

Tren de Aragua merupakan organisasi kriminal asal Venezuela yang dalam beberapa tahun terakhir memperluas operasinya ke berbagai negara di Amerika Latin.

Kelompok tersebut dikaitkan dengan berbagai tindak kejahatan, termasuk perdagangan manusia, peredaran narkotika, pemerasan, dan pembunuhan.

Amerika Serikat menetapkan Tren de Aragua sebagai organisasi teroris asing pada 2025.

Pada Desember tahun sebelumnya, Guerrero Flores didakwa oleh pengadilan federal di New York atas tuduhan kejahatan terorganisasi dan pemberian dukungan material untuk kegiatan terorisme.

Berdasarkan laporan media, Guerrero Flores lahir pada 1983 di Kota Maracay, negara bagian Aragua, Venezuela, dan mulai masuk catatan kepolisian pada awal 2000-an.

Ia dituduh terlibat dalam pembunuhan seorang polisi pada 2005, kemudian ditangkap pada 2010 atas sejumlah tuduhan, termasuk pembunuhan, perdagangan narkotika, dan pemerasan.

Guerrero Flores melarikan diri dari penjara pada 2012, tetapi kembali ditangkap setahun kemudian dan dipindahkan ke Penjara Tocoron.

Di penjara tersebut, pengaruhnya semakin besar hingga dikenal sebagai seorang pran, sebutan di Venezuela bagi pemimpin geng penjara yang memiliki kekuasaan besar.

Jaksa Amerika Serikat menuduh Guerrero Flores memimpin jaringan kriminal lintas negara selama lebih dari satu dekade dengan operasi di Kolombia, Peru, Chile, Ekuador, Brasil, dan Panama.

Di bawah kepemimpinannya, Tren de Aragua berkembang menjadi salah satu organisasi kriminal transnasional paling dikenal di Amerika Latin.

Penulis :
Gerry Eka