
Pantau - Lebih dari separuh produk ekspor Brasil ke Amerika Serikat berpotensi terdampak tarif tambahan apabila pemerintah AS merealisasikan kebijakan baru yang sedang diusulkan, menurut laporan Konfederasi Industri Nasional (Confederação Nacional da Indústria/CNI).
Usulan Tarif Baru Ancam Daya Saing Ekspor Brasil
CNI menyebut tarif yang diusulkan dapat memengaruhi 35,2 persen ekspor Brasil ke pasar AS, dan jika digabungkan dengan tarif sektoral yang telah berlaku, total produk yang terkena tarif tambahan bisa mencapai 54,1 persen.
Kebijakan tersebut diajukan oleh Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (United States Trade Representative/USTR), yang mengusulkan tarif tambahan 25 persen untuk produk Brasil dengan pengecualian terhadap 1.698 jenis barang, termasuk kopi, jus jeruk, dan daging.
USTR juga mengusulkan tarif tambahan sebesar 12,5 persen karena Brasil dinilai belum secara efektif menerapkan pembatasan terhadap impor barang yang diproduksi menggunakan kerja paksa, dengan pengecualian bagi 1.655 jenis produk.
Apabila kedua kebijakan diterapkan pada produk yang sama, tarif tambahan yang dikenakan dapat mencapai 37,5 persen.
CNI Dorong Dialog Sebelum Keputusan Final
Meski demikian, CNI menilai belum akan ada dampak langsung karena pemerintah AS masih akan menggelar konsultasi publik dan sidang dengar pendapat sebelum mengambil keputusan akhir.
Presiden CNI Ricardo Alban menyatakan, "(Kenaikan tarif) itu akan meningkatkan biaya bagi dunia usaha, mengurangi daya saing, dan menciptakan ketidakpastian bagi investasi. Jalan yang paling efektif adalah dialog, yang didasarkan pada kriteria teknis serta pencarian solusi yang menjaga kemitraan ekonomi strategis bagi kedua negara."
Menurut CNI, pendekatan dialog dinilai lebih efektif untuk menjaga hubungan ekonomi strategis antara Brasil dan Amerika Serikat dibandingkan penerapan tarif tambahan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





