HOME  ⁄  Geopolitik

AS Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka Meski Iran Klaim Menutup Jalur Pelayaran Strategis

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

AS Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka Meski Iran Klaim Menutup Jalur Pelayaran Strategis
Foto: (Sumber : Foto ini, yang diambil pada 20 Juni 2026, menunjukkan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara.)

 

Pantau - Militer Amerika Serikat melalui Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan Selat Hormuz tetap terbuka dan beroperasi normal pada Sabtu, 20 Juni 2026, meski Iran sebelumnya mengumumkan penutupan jalur pelayaran strategis tersebut.

CENTCOM menyebut pelayaran aman melalui jalur perairan internasional di Selat Hormuz masih terjaga dengan lalu lintas kapal komersial yang terus meningkat.

Sebanyak 55 kapal dagang dilaporkan melintas di selat tersebut pada hari yang sama dengan membawa sejumlah besar kargo untuk perdagangan internasional.

Muatan kapal-kapal tersebut juga mencakup lebih dari 17 juta barel minyak yang dikirim ke pasar global.

CENTCOM mengungkapkan, "Pelayaran yang aman melalui jalur perairan internasional tersebut tetap terjaga hingga hari ini dengan 55 kapal dagang melintas, mengangkut sejumlah besar kargo dan lebih dari 17 juta barel minyak ke pasar global."

Militer AS menegaskan pasukannya masih berada di kawasan dan tetap waspada.

Kehadiran pasukan tersebut disebut untuk memastikan seluruh aspek kesepakatan dengan Iran dijalankan secara penuh.

CENTCOM menyatakan, "Pasukan AS tetap hadir dan waspada untuk memastikan seluruh aspek kesepakatan dengan Iran ditaati, dipatuhi, dan berlaku secara penuh."

Wakil Presiden AS JD Vance juga menyampaikan pernyataan kepada Fox News pada Sabtu terkait perkembangan situasi di Selat Hormuz.

Menurut JD Vance, pemerintah AS tidak menemukan bukti bahwa Iran masih berupaya menutup jalur pelayaran tersebut.

Sebelumnya, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya yang merupakan komando militer utama Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada Sabtu.

Iran menyatakan keputusan itu diambil karena menilai Amerika Serikat telah melanggar nota kesepahaman perdamaian yang baru ditandatangani.

Iran juga menuduh Israel melakukan pelanggaran gencatan senjata di wilayah Lebanon selatan.

Informasi mengenai pengumuman penutupan Selat Hormuz oleh Iran dilaporkan oleh kantor berita semiresmi Iran, Mehr.

Perkembangan ini menunjukkan adanya perbedaan klaim antara Iran dan Amerika Serikat mengenai status Selat Hormuz.

Iran menyatakan jalur tersebut ditutup, sedangkan CENTCOM dan Wakil Presiden AS menegaskan Selat Hormuz tetap terbuka serta aktivitas pelayaran berlangsung normal.

Penulis :
Gerry Eka