
Pantau - Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif berharap gencatan senjata yang telah tercapai antara Amerika Serikat dan Iran dapat berkembang menjadi kesepakatan permanen dalam waktu 60 hari mendatang.
Pernyataan tersebut disampaikan Sharif dalam pidatonya di hadapan Majelis Nasional Pakistan di Islamabad, saat menanggapi perkembangan terbaru hubungan antara Teheran dan Washington.
Sharif menyebut tercapainya gencatan senjata tersebut sebagai perkembangan bersejarah yang membuka peluang bagi terciptanya stabilitas kawasan dan penyelesaian konflik secara diplomatik.
Pakistan Klaim Berperan Sebagai Perantara
Dalam pidatonya, Sharif mengatakan Pakistan telah memainkan peran sebagai perantara untuk membantu menjembatani perbedaan antara Iran dan Amerika Serikat.
Menurutnya, upaya diplomasi yang dilakukan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam mendorong tercapainya kesepakatan penghentian konflik.
Ia berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan kesepakatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan dalam dua bulan ke depan.
Presiden Iran Dijadwalkan Kunjungi Islamabad
Sharif juga mengungkapkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dijadwalkan tiba di Islamabad pada Selasa untuk melakukan kunjungan resmi.
Kunjungan tersebut akan dimanfaatkan kedua negara untuk menggelar pembicaraan menyeluruh mengenai berbagai isu strategis yang menjadi kepentingan bersama.
Pertemuan itu diharapkan semakin memperkuat hubungan bilateral Pakistan dan Iran sekaligus mendukung upaya menjaga stabilitas regional di tengah dinamika geopolitik yang masih berlangsung.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





