
Pantau - Amerika Serikat akan mengerahkan kemampuan militer di kawasan Karibia untuk mendukung operasi bantuan kemanusiaan bagi korban gempa bumi di Venezuela yang telah menewaskan sedikitnya 188 orang dan melukai lebih dari 1.500 lainnya.
Pentagon Dukung Operasi Kemanusiaan
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan telah meminta dukungan kemampuan militer guna mempercepat respons terhadap bencana di Venezuela.
Dalam pernyataannya disebutkan, "Departemen telah meminta kemampuan unik militer AS untuk mendukung operasi tanggap bencana dan bantuan kemanusiaan di Venezuela."
Pentagon akan mengamankan kebutuhan logistik dengan memanfaatkan aset militer yang berada di kawasan tersebut serta mengerahkan personel untuk mempercepat distribusi bantuan.
Departemen Luar Negeri AS juga menyampaikan, "DART [Tim Bantuan dan Tanggap Bencana] dan unsur-unsur dari Komando Selatan AS (SOUTHCOM) bekerja sama untuk melaksanakan upaya penyelamatan berkoordinasi erat dengan mitra di lapangan."
Korban Gempa Terus Bertambah
Dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu, kemudian disusul sekitar 30 gempa susulan.
Hingga kini, sedikitnya 188 orang dilaporkan meninggal dunia, lebih dari 1.500 orang mengalami luka-luka, dan 157 lainnya masih dinyatakan hilang.
Wilayah La Guaira yang berada dekat Caracas menjadi daerah yang terdampak paling parah, dengan pemadaman listrik, gangguan jaringan komunikasi, serta kerusakan berat, termasuk runtuhnya Hotel Edwards berlantai sembilan di Macuto.
Sejumlah rumah sakit dilaporkan kewalahan menangani korban, aktivitas pertokoan terhenti, dan layanan transportasi umum terganggu, sementara banyak warga berupaya meninggalkan wilayah terdampak.
Presiden Rusia Vladimir Putin telah menyampaikan belasungkawa kepada penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez, sementara Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan sedang mengkaji kemungkinan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi negara tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan





