HOME  ⁄  Geopolitik

Zelenskyy Sebut Percakapan dengan Trump Bahas Garis Depan Perang dan Upaya Diplomatik Ukraina

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Zelenskyy Sebut Percakapan dengan Trump Bahas Garis Depan Perang dan Upaya Diplomatik Ukraina
Foto: Operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung di lokasi-lokasi yang rusak akibat serangan Rusia—termasuk sebuah gedung apartemen bertingkat dan beberapa rumah pribadi di distrik Darnytskyi, Kyiv, Ukraina—pada 2 Juli 2026. Serangan tersebut menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 30 orang lainnya.

Pantau - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan dirinya telah berbicara melalui telepon dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (4/7) untuk membahas situasi di garis depan perang Ukraina-Rusia serta berbagai upaya diplomatik yang dilakukan Kyiv.

Zelenskyy menggambarkan percakapan tersebut sebagai pembicaraan yang "sangat baik."

Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun X, Zelenskyy mengucapkan selamat kepada Trump dan seluruh warga Amerika Serikat atas peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat.

Zelenskyy juga menyampaikan terima kasih atas bantuan militer dan politik yang selama ini diberikan Amerika Serikat kepada Ukraina.

"Saya berterima kasih kepada setiap warga Amerika yang peduli dengan masa depan Ukraina, Eropa, dan semua orang di seluruh dunia yang menghargai kebebasan," ungkapnya.

Bahas Peluang Mengakhiri Perang

Zelenskyy menyatakan terdapat peluang nyata untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung antara Ukraina dan Rusia.

Menurutnya, tekad Amerika Serikat menjadi faktor yang sangat menentukan dalam upaya mewujudkan penyelesaian konflik.

"Ada prospek nyata untuk mengakhiri perang ini, dan tekad Amerika sangat menentukan. Kami telah sepakat untuk melanjutkan diskusi ini selama KTT NATO di Ankara," ujarnya.

KTT NATO di Ankara dijadwalkan berlangsung pada 7–8 Juli 2026.

Trump Belum Beri Tanggapan

Selain membahas perang dan diplomasi, Zelenskyy turut mendoakan warga Amerika Serikat memperoleh kemakmuran yang berkelanjutan dan keberhasilan.

Hingga berita ini diterbitkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump belum memberikan komentar mengenai percakapan telepon tersebut.

Penulis :
Gerry Eka