HOME  ⁄  Geopolitik

Palestina Tuding Israel Berupaya Kuasai 3.750 Situs Arkeologi di Tepi Barat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Palestina Tuding Israel Berupaya Kuasai 3.750 Situs Arkeologi di Tepi Barat
Foto: (Sumber :Arsip - Ekskavator Israel membongkar rumah warga Palestina di desa Deirat, timur Masafer Yatta, di kota Hebron, Tepi Barat selatan (4/5/2026). (ANTARA/Xinhua/Mamoun Wazwaz/aa.))

Pantau - Pemerintah Palestina menuduh Israel tengah memajukan rencana untuk mengambil alih lebih dari 3.750 situs arkeologi di Tepi Barat sebagai bagian dari upaya memperketat kendali atas warisan budaya dan mendukung perluasan permukiman.

Tudingan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pariwisata dan Kepurbakalaan Palestina, Saleh Tawafsha, dalam wawancara dengan radio resmi Voice of Palestine pada Minggu.

Palestina Sebut Situs Arkeologi Jadi Sasaran Pengambilalihan

Tawafsha mengatakan organisasi-organisasi permukiman Israel dengan dukungan pemerintah berupaya mengalihkan pengelolaan ribuan situs arkeologi kepada para pemukim.

Menurutnya, sebagian besar situs yang menjadi sasaran berada di Area C Tepi Barat yang berada di bawah kendali keamanan dan administrasi penuh Israel berdasarkan Perjanjian Oslo.

Ia menilai langkah tersebut dilakukan untuk "menghapus identitas sejarah dan budaya Palestina serta mengubah karakter historis situs-situs arkeologi dan keagamaan."

Tawafsha menambahkan kementeriannya terus mendokumentasikan dugaan pelanggaran terhadap warisan budaya Palestina dan mengirimkan laporan kepada badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang terkait.

Israel Belum Beri Tanggapan Resmi

Hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan langsung dari otoritas Israel terkait tudingan yang disampaikan pemerintah Palestina.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Kepurbakalaan Palestina, terdapat sekitar 7.000 situs arkeologi di Tepi Barat.

Sekitar 60 persen dari jumlah tersebut berada di Area C yang berada di bawah kendali penuh Israel sesuai ketentuan Perjanjian Oslo.

Penulis :
Aditya Yohan