
Pantau - Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) memastikan akan memverifikasi penggunaan uranium yang dipasok Inggris ke Ukraina agar tetap digunakan untuk tujuan sipil dan tidak dialihkan ke kepentingan militer.
IAEA Tegaskan Pengawasan Sesuai Aturan NPT
Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi mengatakan lembaganya tidak mengawasi transaksi komersial pengiriman bahan bakar nuklir, tetapi akan melakukan inspeksi setelah material tersebut tiba di fasilitas terkait.
“Yang kami awasi bukanlah transfer bahan bakar, melainkan kami menerapkan pengamanan di fasilitas-fasilitas tersebut untuk memastikan tidak ada penyimpangan untuk penggunaan non-sipil,” ungkap Grossi.
Ia menjelaskan IAEA bertugas memastikan seluruh pembangkit listrik tenaga nuklir di dunia tidak menyalahgunakan bahan bakar untuk kepentingan militer.
“Itulah tugas saya, untuk memastikan bahwa di setiap pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di dunia tidak ada penyimpangan, termasuk di Iran, bahwa tidak ada penggunaan militer dari bahan bakar yang digunakan untuk keperluan sipil,” ujarnya.
Inggris Alokasikan Dana untuk Pasokan Uranium ke Ukraina
Grossi menegaskan seluruh negara yang menjadi anggota Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (Non-Proliferation Treaty/NPT) wajib menerima inspeksi IAEA tanpa politisasi.
“Jadi, kami harus memastikan tidak ada pihak yang merasa tersinggung, karena itulah aturan main dalam NPT. Jika sebuah negara sudah memutuskan bergabung, maka mereka harus bersedia diinspeksi oleh IAEA tanpa politisasi atau merasa diincar karena mereka adalah negara A, B, atau C,” kata Grossi.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Inggris mengumumkan alokasi dana sebesar 290 juta pound sterling atau sekitar Rp6,8 triliun untuk memasok uranium yang diperkaya ke Ukraina serta mendukung kebutuhan negara tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan





