HOME  ⁄  Geopolitik

Rusia Melarang Penuh Ekspor Solar demi Menjaga Pasokan Domestik di Tengah Gangguan Kilang Minyak

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Rusia Melarang Penuh Ekspor Solar demi Menjaga Pasokan Domestik di Tengah Gangguan Kilang Minyak
Foto: Presiden Rusia Vladimir Putin (sumber: Xinhua)

Pantau - Rusia resmi melarang secara penuh ekspor bahan bakar diesel atau solar untuk meningkatkan pasokan di pasar domestik di tengah terganggunya produksi akibat kerusakan sejumlah kilang minyak, sebagaimana disampaikan Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak dalam rapat kabinet bersama Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu, 8 Juli 2026.

Rusia Perluas Larangan Ekspor Bahan Bakar

Novak mengatakan Rusia juga akan mulai mengimpor produk minyak pada Juli 2026 untuk membantu menstabilkan pasar bahan bakar di dalam negeri.

Ia mengungkapkan, "Kami juga akan mulai mengimpor produk minyak pada Juli dan meningkatkan volume produksi dengan menggunakan produk minyak yang memiliki kelas lingkungan lebih rendah."

Menurut Novak, kondisi pasar bahan bakar Rusia mulai menunjukkan stabilisasi meskipun masih menghadapi berbagai tantangan.

Ia mengungkapkan, "Akibat serangan teroris yang terus berlanjut terhadap infrastruktur sipil, termasuk fasilitas bahan bakar dan energi, sejumlah kilang minyak mengalami kerusakan. Akibatnya, produksi bensin dan solar berkurang untuk sementara dan sebagian."

Pemerintah Rusia sebelumnya telah memberlakukan larangan sementara ekspor solar sejak akhir Januari 2026 yang saat itu hanya berlaku bagi produsen bahan bakar non-solar.

Berdasarkan keterangan layanan pers Pemerintah Rusia, larangan sementara ekspor bahan bakar diesel kini diperluas hingga mencakup bahan bakar laut serta sektor minyak dan gas, sekaligus diterapkan kepada produsen produk minyak bumi hingga 31 Juli 2026.

Serangan Ukraina Picu Gangguan Pasokan Energi

Serangan drone Ukraina terhadap sejumlah kilang minyak Rusia dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan beberapa fasilitas menghentikan operasinya untuk menjalani pemeliharaan.

Kondisi tersebut mendorong Rusia secara berkala menerapkan pembatasan ekspor untuk menjaga stabilitas pasar bahan bakar domestik.

Pada awal Juni 2026, Rusia juga memberlakukan larangan sementara ekspor bahan bakar penerbangan yang berlaku hingga 30 November 2026 dengan tujuan menjaga stabilitas pasar bahan bakar dalam negeri.

Staf Umum Ukraina menyatakan militernya telah menyerang 16 kilang minyak Rusia serta terminal-terminal bahan bakar utama Rusia sepanjang periode Januari hingga Juni 2026.

Menurut Ukraina, serangan tersebut melumpuhkan lebih dari 30 persen kapasitas penyulingan minyak Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia turut menyebabkan kelangkaan bahan bakar.

Putin mengatakan, "Saat ini, kami memang mengalami kekurangan, tetapi situasinya belum kritis."

Putin menambahkan fasilitas energi yang mengalami kerusakan sedang diperbaiki dengan cepat.

Sementara itu, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia berencana mengimpor gas untuk membantu menstabilkan pasar domestik.

Langkah mengimpor energi tersebut tergolong jarang dilakukan Rusia karena terakhir kali negara itu mengimpor sumber daya energi dalam jumlah besar pada dekade 1990-an setelah bubarnya Uni Soviet.

Penulis :
Arian Mesa