
Pantau - Mesir menggelar pembicaraan melalui sambungan telepon secara terpisah dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi pada Sabtu (25/7) guna membahas upaya meredakan ketegangan di kawasan, memulihkan keamanan dan stabilitas regional, serta menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz dan Laut Merah.
Diplomasi untuk Meredakan Eskalasi
Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan pembicaraan tersebut merupakan bagian dari konsultasi berkelanjutan mengenai perkembangan situasi regional serta berbagai upaya memulihkan keamanan dan stabilitas kawasan.
Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty menegaskan pentingnya menghentikan seluruh aksi militer dan mengakhiri eskalasi secepat mungkin.
Abdelatty menekankan bahwa penyelesaian politik dan diplomatik harus diprioritaskan untuk meredam ketegangan, mencegah meluasnya konflik, serta menghindari dampak buruk terhadap masyarakat di kawasan.
Menurut Abdelatty, langkah-langkah tersebut akan memperkuat keamanan dan stabilitas regional, melindungi masyarakat dari eskalasi lebih lanjut, serta mengurangi konsekuensi yang ditimbulkan akibat konflik.
Kebebasan Navigasi Jadi Perhatian
Abdelatty juga menyoroti pentingnya menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz dan Laut Merah karena dinilai menjadi landasan keamanan dan stabilitas kawasan, sekaligus melindungi perdagangan internasional serta menjaga kelancaran rantai pasokan global.
Ia juga menegaskan perlunya menghindari setiap langkah yang dapat mengancam keamanan jalur maritim, membahayakan pelayaran, merugikan kepentingan negara-negara di kawasan, dan mengganggu perekonomian global.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah delegasi diplomatik Oman tiba di Teheran pada Jumat (24/7) untuk membahas mekanisme navigasi di Selat Hormuz.
Ketegangan kawasan kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran tidak lagi berlanjut.
Kondisi tersebut memicu saling serang antara Amerika Serikat dan Iran yang turut mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Eskalasi di sektor maritim juga meningkat setelah kelompok Houthi melarang pelayaran yang terafiliasi dengan Arab Saudi di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab sehingga memicu serangan balasan dari koalisi yang dipimpin Arab Saudi.
- Penulis :
- Arian Mesa





