
Pantau - Iran menyatakan telah mencapai kemajuan dalam pembicaraan dengan Oman mengenai mekanisme operasional untuk menjamin jalur pelayaran yang aman di Selat Hormuz, sementara lalu lintas maritim di kawasan tersebut disebut tetap berjalan normal.
Pembicaraan Berlangsung di Teheran
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan sejumlah putaran pembicaraan digelar di Teheran pada 24 dan 25 Juli 2026 yang melibatkan wakil menteri luar negeri dari Iran dan Oman.
Ia mengatakan, “Kedua pihak bertukar pandangan tentang prinsip-prinsip umum dan mekanisme operasional untuk jalur pelayaran yang aman di Selat Hormuz.”
Baqaei menjelaskan delegasi Oman meninggalkan Teheran pada Sabtu malam setelah pembicaraan yang dinilainya berlangsung produktif.
Ia menambahkan konsultasi teknis dan politik antara Iran dan Oman masih terus berlanjut untuk membahas mekanisme yang disepakati.
Selat Hormuz Tetap Jadi Fokus Ketegangan
Selat Hormuz menjadi kawasan strategis yang terus mendapat perhatian sejak meningkatnya ketegangan keamanan menyusul kampanye militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Pada Juni 2026, Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman yang mencakup gencatan senjata setelah dimediasi Qatar dan Pakistan untuk membuka jalan menuju kesepakatan damai.
Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata berakhir pada 8 Juli setelah kembali terjadi eskalasi militer.
Amerika Serikat menuntut Iran menghentikan serangan terhadap kapal dagang serta menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz, sedangkan Teheran menegaskan mekanisme transit kapal harus dikelola oleh Iran di jalur air strategis tersebut.
- Penulis :
- Gerry Eka





