HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Nilai Peluang Kesepakatan dengan Iran Terbuka, AS Tetap Siapkan Opsi Militer

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Trump Nilai Peluang Kesepakatan dengan Iran Terbuka, AS Tetap Siapkan Opsi Militer
Foto: (Sumber :Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat mengadakan konferensi pers dalam KTT ke-36 NATO di Ankara, Turkiye, (8/7/2026). (ANTARA/Anadolu/Raşit Aydoğan).)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan terdapat peluang yang baik untuk mencapai kesepakatan dengan Iran, namun menegaskan Washington tetap siap melanjutkan operasi militer apabila perundingan tidak membuahkan hasil.

Trump mengungkapkan, "Mereka ingin bertemu dan kami sedang bertemu. Kita lihat saja nanti apa yang terjadi. Ada peluang kita bisa mencapai kesepakatan. Tanpa langkah yang kami ambil, mereka bahkan tidak akan mau berbicara dengan kami. Kami sedang berbicara dengan Iran saat ini. Pembicaraan kami berjalan lancar."

Trump juga mengungkapkan, "Jadi, kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi. Kemungkinan besar akan ada perkembangan. Jika tidak, maka kami akan kembali melakukan apa yang kami lakukan dua hari lalu. Mereka tidak akan meminta pertemuan itu jika kinerja kami buruk. Satu-satunya alasan mereka ingin bertemu adalah karena kami telah memberikan tekanan yang sangat kuat kepada mereka."

Menanggapi pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengenai dugaan berbagi intelijen satelit antara Rusia dan Iran, Trump mengatakan akan meminta klarifikasi langsung kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Ia mengungkapkan, "Baiklah, kami akan segera mengetahuinya. Saya akan menanyakan hal itu kepada Putin. Kami akan mengetahuinya."

Trump dijadwalkan menerima Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih untuk membahas konflik di Iran, perkembangan Kerangka Kerja Trilateral di Lebanon, serta perluasan Perjanjian Abraham.

Presiden AS itu juga akan menggelar pertemuan terpisah dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy guna membahas proses perdamaian antara Rusia dan Ukraina.

Dalam beberapa hari terakhir, Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah wilayah di Iran sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Iran kemudian membalas dengan menyerang fasilitas dan pangkalan militer Amerika Serikat di beberapa negara kawasan Teluk.

Meski aksi saling serang telah dihentikan selama tiga hari berturut-turut, situasi masih berlangsung di tengah perjanjian kerangka kerja yang dimediasi Pakistan dan ditandatangani Amerika Serikat serta Iran pada Juni untuk mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju kesepakatan damai.

Penulis :
Ahmad Yusuf