
Pantau - Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn mengungkapkan ASEAN dan China sepakat meningkatkan kerja sama di bidang kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI), termasuk mencatat usulan China agar tahun 2027 ditetapkan sebagai Tahun Kerja Sama AI ASEAN-China, yang menjadi salah satu hasil pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN dan China usai Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) ke-59 di Manila, Filipina, pada pekan lalu.
Kao menyampaikan pernyataan tersebut di Sekretariat ASEAN, Jakarta, pada Selasa.
Ia mengungkapkan, "ASEAN mencatat usulan China agar tahun depan, yaitu tahun 2027, ditetapkan sebagai tahun kerja sama AI ASEAN-China."
Menurut Kao, penguatan kerja sama AI menjadi terobosan baru dalam kemitraan ASEAN-China yang pada 2026 memasuki usia 35 tahun, sementara kemitraan strategis kedua pihak telah berlangsung selama lima tahun terakhir.
Penguatan AI dan Ekonomi Digital
Kerja sama AI dinilai akan semakin memperkuat kemitraan ASEAN dan China, khususnya di sektor ekonomi digital.
ASEAN juga menyambut inisiatif pendirian Pusat Inovasi Industri AI ASEAN-China.
Selain itu, ASEAN menyambut pembentukan Akademi Digital ASEAN-China sebagai bagian dari penguatan kolaborasi di bidang teknologi.
Kao menegaskan pentingnya memperkuat integrasi perdagangan dan ekonomi ASEAN-China.
Penguatan integrasi tersebut akan didorong melalui implementasi ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) Upgrade Protocol 3.0 yang telah ditandatangani pada 2025.
ASEAN juga mendorong optimalisasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) untuk memperkuat kerja sama ekonomi kawasan.
Berdasarkan catatan Kementerian Luar Negeri RI, nilai perdagangan ASEAN-China pada 2024 mencapai 772,4 miliar dolar AS atau sekitar seperlima dari total perdagangan ASEAN.
Fokus Pembangunan Berkelanjutan dan Laut China Selatan
Selain AI dan ekonomi digital, ASEAN dan China berkomitmen memperkuat kerja sama di bidang pembangunan berkelanjutan.
Kerja sama tersebut meliputi pengembangan ekonomi hijau.
Kolaborasi juga akan diperkuat di sektor agrikultur.
Ketahanan pangan menjadi salah satu bidang yang akan menjadi fokus kerja sama.
Kedua pihak juga akan meningkatkan kolaborasi di bidang inovasi.
Kerja sama turut mencakup bidang lingkungan.
ASEAN dan China juga akan bekerja sama dalam upaya mengatasi kesenjangan pembangunan.
Penguatan hubungan antar-masyarakat menjadi bagian dari agenda kemitraan kedua pihak.
Selain itu, ASEAN dan China berkomitmen menyelesaikan Kode Tata Perilaku (Code of Conduct/CoC) di Laut China Selatan.
Penyusunan CoC akan berlandaskan hukum internasional, termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS).
Target penyelesaian CoC Laut China Selatan ditetapkan pada 2026.
Harapan penyelesaian CoC tersebut turut dicantumkan dalam Komunike Bersama para Menteri Luar Negeri ASEAN setelah AMM ke-59 di Manila.
- Penulis :
- Shila Glorya



