
Pantau - China mendesak seluruh pihak yang terlibat dalam konflik Ukraina untuk mengerahkan segala upaya meredakan situasi, menghentikan serangan terhadap warga sipil, dan menjaga peluang tercapainya perdamaian melalui dialog serta negosiasi.
China Serukan Gencatan Senjata dan Perlindungan Warga Sipil
Kuasa Usaha Misi Tetap China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Sun Lei, menyampaikan konflik di Ukraina semakin intens dengan meningkatnya korban jiwa dan kerusakan infrastruktur akibat serangkaian serangan dalam sidang darurat Dewan Keamanan PBB pada 27 Juli 2026.
Menurut Sun, prioritas utama saat ini adalah mewujudkan gencatan senjata dan mengakhiri pertempuran untuk mengurangi penderitaan warga sipil.
Ia mengatakan, "China mendesak agar semua serangan terhadap warga sipil segera dihentikan, menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk tetap tenang dan menahan diri, mematuhi hukum humaniter internasional secara ketat, melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil, serta mengerahkan segala upaya untuk meredakan situasi guna menjaga prospek tercapainya perdamaian secepatnya."
Dialog Dinilai Menjadi Jalan Menuju Perdamaian
Sun menegaskan penyelesaian mendasar konflik hanya dapat dicapai melalui dialog dan negosiasi yang berkelanjutan.
Ia mengungkapkan, "Selama perundingan dapat dimulai dan terus berlanjut, masih ada harapan untuk perdamaian."
Menurutnya, Rusia, Ukraina, dan negara-negara Eropa merupakan tetangga yang harus membangun koeksistensi harmonis serta mengupayakan keamanan bersama.
Sun juga menyatakan China tetap konsisten mendukung gencatan senjata dan penghentian pertempuran melalui komunikasi dengan Rusia, Ukraina, dan pihak terkait lainnya, termasuk diplomasi ulang-alik untuk mendorong perundingan damai.
Ia mengatakan, "China siap bekerja sama dengan komunitas internasional dan terus memainkan peran konstruktif dalam mendorong penyelesaian politik untuk krisis ini."
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



