
Pantau - Uni Eropa menyepakati pembentukan Pusat Koordinasi Penyelamatan Maritim di Benghazi, Libya, untuk memperkuat operasi pencarian dan penyelamatan di laut di tengah meningkatnya jumlah kematian migran di perairan Mediterania.
Duta Besar Uni Eropa untuk Libya Nicola Orlando mengatakan pusat tersebut akan dibangun di bawah Operasi IRINI dengan dukungan pendanaan dari Italia dan Malta.
"Kami telah merampungkan prosedur untuk mendirikan Pusat Koordinasi Penyelamatan Maritim di Benghazi di bawah Operasi IRINI, dengan pendanaan dari Italia dan Malta,” ungkap Nicola melalui platform X.
Perkuat Operasi Penyelamatan
Nicola mengatakan pusat penyelamatan itu akan didukung pelatihan khusus dari Operasi IRINI dan European Union Border Assistance Mission in Libya (EUBAM Libya).
“Pusat penyelamatan ini, bersama dengan pelatihan khusus dari IRINI dan EUBAM Libya akan memperkuat kapabilitas (aparat) Libya dalam melakukan operasi pencarian dan penyelamatan di laut yang sejalan dengan standard internasional dan hak asasi manusia," lanjutnya.
Operasi IRINI merupakan misi militer Uni Eropa yang diluncurkan pada 2020 untuk mengawasi penerapan embargo senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Libya.
Sementara itu, EUBAM Libya dibentuk pada 2013 untuk membantu serta melatih aparat keamanan Libya dalam pengamanan perbatasan darat, laut, dan udara.
Kematian Migran Terus Meningkat
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mencatat lebih dari 1.000 migran meninggal di perairan lepas pantai Libya sepanjang 2025 saat berusaha menyeberangi Laut Mediterania menuju Eropa.
Setiap hari, ratusan migran dari kawasan sub-Sahara Afrika mencoba menyeberang dari Tunisia dan Libya menggunakan perahu untuk mencapai wilayah Eropa.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf