HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Sebut Fasilitas Energi di Kawasan Teluk Berpotensi Jadi Sasaran Balasan Jika AS Kembali Menyerang

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Iran Sebut Fasilitas Energi di Kawasan Teluk Berpotensi Jadi Sasaran Balasan Jika AS Kembali Menyerang
Foto: Rudal Zolfaghar dan Qadr, bersama dengan model logam kapal selam mini, dipamerkan di Lapangan Azadi, Teheran, Iran, pada 24 Juli 2026, di tengah kian memanasnya aksi saling serang antara Iran dan AS yang dipicu oleh jalur-jalur paralel di Selat Hormuz. Warga memiliki kesempatan untuk melihat langsung rudal serta peralatan militer tersebut di lapangan itu.

Pantau - Kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency, melaporkan sejumlah fasilitas energi di negara-negara Teluk dan Israel berpotensi menjadi sasaran apabila Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Fars menyebut Washington menyadari berbagai infrastruktur energi utama di kawasan Teluk dan Israel berada dalam jangkauan rudal presisi Iran jika konflik semakin meluas.

Fasilitas yang disebut meliputi ladang minyak Ghawar serta fasilitas pengolahan minyak Abqaiq dan Khurais di Arab Saudi.

Fars juga mencantumkan kilang minyak Ruwais dan ladang minyak lepas pantai Zakum di Uni Emirat Arab, cadangan gas North Field dan terminal ekspor gas alam cair Ras Laffan di Qatar, serta ladang minyak Burgan di Kuwait.

Selain itu, kantor berita tersebut menyebut kilang minyak Sitra dan fasilitas Ma'ameer di Bahrain, serta ladang gas Leviathan dan Tamar di Israel.

Dampak terhadap Pasar Energi Global

Menurut Fars, serangan terhadap fasilitas-fasilitas tersebut berpotensi memberikan dampak besar terhadap pasar energi dunia karena sebagian infrastruktur itu memiliki peran penting dalam pasokan minyak mentah dan gas alam cair global.

Fars juga menyinggung konflik selama 40 hari antara Iran dan Israel yang disebut mencakup serangan Iran terhadap fasilitas pemrosesan gas terbesar di dunia di Qatar setelah ladang gas South Pars menjadi sasaran serangan.

Laporan itu muncul di tengah spekulasi mengenai kemungkinan pembalasan Iran terhadap infrastruktur energi di kawasan apabila Amerika Serikat kembali menyerang negara tersebut.

Iran Peringatkan Respons Tegas

Ketegangan meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran.

Media Israel pada Sabtu turut melaporkan aparat pertahanan negara itu bersiap menghadapi kemungkinan serangan besar-besaran Amerika Serikat terhadap Iran.

Dalam rangkaian komunikasi diplomatik dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan, dan Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa setiap serangan baru akan memicu respons yang "tegas dan proporsional" dari angkatan bersenjata Iran, ungkapnya.

Penulis :
Gerry Eka
Editor :
Gerry Eka