HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Singgung Pembukaan Selat Hormuz di Tengah Penundaan Rencana Serangan terhadap Iran

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Trump Singgung Pembukaan Selat Hormuz di Tengah Penundaan Rencana Serangan terhadap Iran
Foto: Foto: Presiden AS Donald Trump Baca artikel detiknews, "Trump Batalkan Serangan ke Iran, Klaim Ada Deal Buka Total Selat Hormuz" selengkapnya https://news.detik.com/internasional/d-8600677/trump-batalkan-serangan-ke-iran-klaim-ada-deal-buka-total-selat-hormuz. Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyinggung pembukaan Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan yang tengah diupayakan dengan Iran setelah mengungkapkan bahwa rencana serangan terhadap negara tersebut ditunda menyusul permintaan dari Teheran dan sejumlah negara di Timur Tengah.

Trump Sebut AS Tunda Serangan

Dalam unggahan di media sosial Truth Social, Trump menyatakan Amerika Serikat telah berada dalam kondisi siap menghadapi Iran dengan kemampuan militer penuh.

"Kami telah siap tempur dan siaga penuh untuk melawan Republik Islam Iran, dengan tingkat Teror Militer, Kekuatan, dan Daya yang belum pernah terlihat sejak Perang Dunia II," ungkapnya.

Trump mengatakan keputusan menunda serangan diambil setelah adanya permintaan dari Iran dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

"Meskipun demikian, kami baru saja diminta oleh Iran, dan negara-negara Timur Tengah lainnya, untuk menunda serangan apa pun mengingat perimeter kesepakatan telah disetujui," ujarnya.

Selat Hormuz Masuk Cakupan Kesepakatan

Trump menyebut kesepakatan yang sedang diupayakan mencakup pembukaan Selat Hormuz serta pengakhiran ancaman nuklir Iran.

"Ini akan mencakup PEMBUKAAN SELAT HORMUZ dengan Segera, Sepenuhnya, dan Total, serta mengakhiri ancaman nuklir Iran," katanya.

Trump juga menegaskan bahwa keputusan akhir akan bergantung pada tercapainya kesepakatan dalam waktu singkat.

"Keputusan ini bergantung pada kemampuan untuk mencapai KESEPAKATAN dengan cepat," pungkasnya.

Penulis :
Gerry Eka