HOME  ⁄  Geopolitik

Kapal Kargo Dihantam Proyektil Tak Dikenal di Lepas Pantai Oman, UKMTO Luncurkan Penyelidikan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kapal Kargo Dihantam Proyektil Tak Dikenal di Lepas Pantai Oman, UKMTO Luncurkan Penyelidikan
Foto: (Sumber :Arsip foto - Kapal kargo komersial dan kapal tanker minyak mentah yang sedang berlabuh di Teluk Oman, di lepas pantai Muscat, Oman, pada 21 Juni 2026, saat mereka bersiap untuk melintasi Selat Hormuz yang krusial. /ANTARA/Shady Alassar - Anadolu Agency /pri..)

Pantau - Sebuah kapal kargo dilaporkan dihantam proyektil yang belum diketahui jenisnya saat berlayar sekitar 20 mil laut di timur laut Khasab, Oman, pada Selasa dini hari waktu setempat, sehingga memicu penyelidikan oleh Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (United Kingdom Maritime Trade Operations/UKMTO).

UKMTO Selidiki Insiden di Perairan Oman

UKMTO menyatakan kapal tersebut menyiarkan laporan melalui VHF Channel 16 bahwa kapal telah terkena hantaman proyektil saat melintas di wilayah perairan Oman.

Pihak UKMTO mengatakan otoritas terkait telah meluncurkan penyelidikan atas insiden tersebut.

UKMTO juga mengimbau seluruh kapal yang melintas di kawasan tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan.

Hingga saat ini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Ketegangan Selat Hormuz Masih Berlangsung

Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz setelah konfrontasi militer antara Amerika Serikat dan Iran.

Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya meminta Iran menjamin kebebasan navigasi di jalur pelayaran strategis tersebut.

Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa pelayaran di perairan lepas pantainya harus berada di bawah pengawasan negara tersebut.

Pada Sabtu (1/8), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan telah membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran setelah adanya upaya mediasi di kawasan.

Namun, klaim tersebut dibantah oleh pejabat Iran yang juga menepis laporan mengenai tercapainya kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Penulis :
Aditya Yohan