
Pantau - Pemerintah Irak berencana segera membangun infrastruktur pipa minyak baru yang menghubungkan Basra dengan Turki dan Suriah sebagai langkah mendiversifikasi rute ekspor hidrokarbon di tengah gangguan terhadap jalur pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
Pipa Baru Hubungkan Basra dengan Turki dan Suriah
Juru bicara Kementerian Perminyakan Irak Salim al-Rikabi mengatakan pemerintah akan merampungkan seluruh prosedur sebelum memulai pembangunan pipa minyak Basra-Haditha yang selanjutnya terhubung ke Ceyhan di Turki dan Baniyas di Suriah.
"Langkah selanjutnya adalah merampungkan seluruh prosedur untuk memulai pembangunan pipa minyak baru Basra-Haditha, yang selanjutnya akan terhubung ke Ceyhan di Turki dan Baniyas di Suriah," ungkapnya.
Pada 1 Agustus, Irak dan Turki menandatangani kesepakatan pengangkutan minyak mentah Irak melalui pipa menuju Pelabuhan Ceyhan dengan kapasitas aliran minimum 750.000 barel per hari.
Sementara itu, pada 17 Juli di Washington, Irak dan Suriah menandatangani nota kesepahaman mengenai pemulihan pipa minyak yang menghubungkan kedua negara.
Diversifikasi Ekspor di Tengah Gangguan Selat Hormuz
Sektor perminyakan Irak terdampak serius akibat konflik di Teluk Persia dan penutupan de facto Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur utama ekspor minyak negara tersebut.
Pemerintah Irak kini berupaya meningkatkan ekspor minyak melalui jalur alternatif guna menjaga kelancaran distribusi energi ke pasar internasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



