HOME  ⁄  Geopolitik

Israel Dilaporkan Menahan 1.700 Jenazah Warga Palestina untuk Antisipasi Pertukaran Tawanan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Israel Dilaporkan Menahan 1.700 Jenazah Warga Palestina untuk Antisipasi Pertukaran Tawanan
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Warga Palestina berlarian saat asap membubung di tengah puing-puing dan kehancuran di Kawasan Industri Jalan Al-Sinaa, sebelah barat Kota Gaza, (12/7/2026). (ANTARA/Anadolu/Saeed M. M. T. Jaras).)

Pantau - Israel dilaporkan menahan sekitar 1.700 jenazah warga Palestina untuk digunakan sebagai alat kompromi dalam kemungkinan pertukaran tawanan pada masa mendatang meski saat ini tidak ada tawanan Israel yang ditahan Hamas.

Laporan surat kabar Haaretz pada Senin (10/8/2026) menyebut angka tersebut terungkap dalam diskusi terbaru di kalangan aparat keamanan Israel berdasarkan keterangan dua sumber anonim.

Kepala Badan Keamanan dan Intelijen Dalam Negeri Israel atau Shin Bet, David Zini, dilaporkan mendukung agar jenazah tersebut tetap ditahan sebagai antisipasi apabila terdapat warga Israel yang ditawan atau hilang pada masa mendatang.

Sikap mempertahankan jenazah warga Palestina tersebut juga disebut mendapat dukungan dari militer Israel.

Sejumlah Jenazah Disebut Tak Terlibat Pertempuran

Haaretz melaporkan sebagian besar jenazah yang ditahan merupakan warga Palestina dari Jalur Gaza yang terlibat dalam serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 maupun sejumlah pertempuran setelahnya.

Namun, laporan tersebut juga menyebut terdapat jenazah warga Palestina yang tidak terlibat dalam pertempuran.

Sejumlah narasumber bidang hukum yang dikutip Haaretz mempertanyakan kewenangan Israel untuk terus menahan jenazah tersebut.

Menurut mereka, Israel tidak memiliki kewenangan menahan jenazah warga Palestina yang tidak terbukti terlibat dalam pertempuran kecuali otoritas keamanan Israel terlebih dahulu menetapkan kebijakan mengenai hal tersebut.

Pada Oktober 2025, Kampanye Nasional Palestina untuk Pemulangan Jenazah Syuhada dan Pengungkapan Nasib Orang Hilang menyatakan Israel menahan sekitar 1.500 jenazah warga Palestina dari Gaza.

Jenazah tersebut menurut organisasi itu disimpan di fasilitas militer Sde Teiman di wilayah selatan Israel.

Serangan di Gaza Dilaporkan Masih Berlangsung

Militer Israel dilaporkan masih melakukan serangan di sejumlah wilayah Jalur Gaza meskipun gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan serangan setelah berlakunya gencatan senjata telah menewaskan sedikitnya 1.258 warga Palestina dan menyebabkan 4.139 orang lainnya terluka.

Sejak Oktober 2023, lebih dari 73.000 warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 174.000 lainnya terluka dalam perang di Gaza.

Konflik tersebut juga dilaporkan menyebabkan kerusakan besar yang berdampak terhadap sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah Gaza.

Penulis :
Ahmad Yusuf