
Pantau - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan dirinya meninggalkan Air Force One secara diam-diam dan menggunakan pesawat lain saat bertolak dari Turkiye pada Juli 2026 karena adanya ancaman keamanan.
Trump mengatakan pergantian pesawat dilakukan mengikuti arahan Secret Service dan militer AS setelah dirinya menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Turkiye.
"Saya mengikuti arahan Secret Service dan militer. Mereka ingin saya menggunakan penerbangan yang berbeda, pesawat yang berbeda," ujar Trump kepada awak media usai berkunjung ke Ohio pada Selasa (11/8).
"Saya hanya perlu melakukan apa yang mereka katakan," lanjut Trump.
Trump Sebut Ada Ancaman Keamanan
Trump mengatakan dirinya tidak banyak menanyakan detail ancaman yang membuat aparat keamanan mengubah rencana penerbangannya.
"Sepertinya memang ada ancaman. Saya tidak terlalu banyak bertanya soal itu," ujarnya.
"Saya sering menerima ancaman," kata Trump.
Pergantian pesawat tersebut dilakukan setelah Trump sebelumnya terlihat menaiki Air Force One di hadapan kamera.
Trump Turun melalui Truk Katering Bandara
Menurut laporan The Washington Post, Trump kemudian turun dari Air Force One melalui truk katering bandara sebelum berpindah ke pesawat Angkatan Udara AS yang berukuran lebih kecil dan berada tidak jauh dari lokasi.
Air Force One selanjutnya meninggalkan Turkiye dengan membawa pejabat senior, staf, dan jurnalis yang dilaporkan tidak mengetahui bahwa Trump sudah tidak berada di dalam pesawat tersebut.
Langkah pergantian pesawat itu menjadi bagian dari prosedur keamanan setelah Secret Service dan militer menilai terdapat ancaman terhadap perjalanan Presiden AS.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



