
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut gagasan menjadikan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah AS sebagai ide yang "bagus" di tengah ketegangan Washington dengan Teheran dan blokade di jalur pelayaran strategis tersebut.
"Saya memang berpikir itu ide yang bagus," kata Trump kepada wartawan pada Senin (17/8/2026) ketika diminta menjelaskan pernyataannya mengenai kemungkinan Selat Hormuz menjadi bagian integral AS.
Trump mengatakan Washington saat ini memiliki kendali atas jalur perairan tersebut melalui blokade.
"Kami mengendalikan (Selat Hormuz) melalui blokade, dan saya menyukai gagasan untuk menyatakannya sebagai wilayah (AS)," ujar Trump.
Trump Klaim AS Kendalikan Selat Hormuz
Trump kembali mengeklaim Amerika Serikat memiliki "kendali penuh" atas Selat Hormuz dan menyebut blokade yang diterapkan berjalan efektif.
"Blokade itu sangat efektif, dan Anda tahu," kata Trump.
"Kami mengeluarkan jutaan barel minyak per minggu ... selat itu terbuka, dan harga minyak turun, dan akan terus turun kecuali kami memutuskan melakukan sesuatu yang jauh lebih drastis daripada yang kami lakukan sekarang," lanjutnya.
Trump sebelumnya pada Jumat mengeklaim akan segera menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat.
Ketegangan AS dan Iran kembali meningkat setelah Trump pada 8 Juli menyatakan gencatan senjata yang dicapai dengan Iran pada malam 18 Juni tidak lagi berlaku.
Militer Amerika Serikat sejak saat itu dilaporkan melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut merupakan respons terhadap tindakan Teheran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.
Iran Balas Serang Pangkalan AS
Iran membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di sejumlah wilayah Timur Tengah dan kembali menuduh Washington melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Washington dan Teheran dalam beberapa pekan terakhir juga berupaya menyepakati ketentuan baru untuk mengakhiri konflik dengan bantuan mediator dari Timur Tengah.
Trump pada 9 Agustus mengatakan Washington bernegosiasi dengan Teheran dengan langkah yang setengah hati, sementara kondisi ekonomi Iran disebut semakin memburuk.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



