HOME  ⁄  Geopolitik

China Berjanji Berperan Konstruktif untuk Mendorong Perdamaian di Semenanjung Korea

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

China Berjanji Berperan Konstruktif untuk Mendorong Perdamaian di Semenanjung Korea
Foto: (Sumber :Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun di Seoul pada Rabu (19/8). (ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China).)

Pantau - Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyatakan Beijing akan "berperan konstruktif" untuk memastikan perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea setelah bertemu Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun di Seoul, Rabu, 19 Agustus 2026.

Komitmen tersebut disampaikan setelah Cho meminta Wang membantu mendorong Korea Utara kembali ke meja dialog, sebagaimana disampaikan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Korea Selatan Dorong Dua Korea Hidup Berdampingan

Dalam pertemuan tersebut, Cho memaparkan rancangan Korea Selatan untuk mewujudkan kehidupan Korea Selatan dan Korea Utara yang saling berdampingan secara damai di Semenanjung Korea.

Rancangan itu sebelumnya disampaikan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dalam pidatonya pada pekan lalu.

Lee mengusulkan perundingan antara "pihak-pihak yang berkepentingan langsung" untuk mengakhiri Perang Korea 1950-1953 dan mengubah kondisi gencatan senjata menjadi tatanan perdamaian.

Menurut Lee, perundingan tersebut dapat menemukan "cara-cara yang efektif" untuk menghentikan pengembangan kemampuan nuklir Korea Utara.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyebut Wang berharap Korea Selatan dan Korea Utara secara bertahap dapat menempuh jalan menuju perdamaian dan hidup berdampingan secara damai.

Pertemuan Wang dan Cho berlangsung menjelang agenda pertemuan Menteri Luar Negeri China tersebut dengan Presiden Lee Jae Myung pada Kamis.

Trump Berharap Bertemu Kim Jong Un

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengatakan dirinya berharap dapat menggelar pertemuan langsung dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un paling lambat akhir 2026.

Trump juga memerintahkan agar latihan militer gabungan tahunan yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Korea Selatan dipersingkat.

Trump mengatakan latihan tersebut "tidak hanya mahal," tetapi juga mengirimkan sinyal yang "sama sekali tidak pantas dan bermusuhan" kepada Korea Utara.

Korea Utara menyatakan pengurangan skala latihan militer tersebut tidak mengubah pandangannya terhadap Amerika Serikat dan Korea Selatan sebagai pihak yang bermusuhan.

Penulis :
Aditya Yohan