
Pantau - Amerika Serikat menyatakan siap mendukung pendanaan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang direncanakan ditempatkan di Gaza sebagai salah satu komponen utama rencana perdamaian Presiden Donald Trump.
Departemen Luar Negeri AS pada Kamis (20/8/2026) mengatakan telah secara resmi memberi tahu Kongres mengenai dukungan pendanaan tersebut.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan pemberitahuan kepada Kongres telah disampaikan pada 30 Juli tanpa mengungkap jumlah dana yang disiapkan.
“Pendanaan ini merupakan tahap awal karena kami terus mendukung pekerjaan Dewan Perdamaian,” kata juru bicara tersebut.
Washington Dorong Pelaksanaan Rencana Perdamaian
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tommy Pigott mengatakan Washington berkomitmen melaksanakan sepenuhnya rencana perdamaian 21 poin Presiden Donald Trump dengan ISF menjadi salah satu komponen utama.
"Berkat Presiden, koalisi global yang besar telah dibentuk melalui Dewan Perdamaian dan para sandera telah dibebaskan. Kami terdorong oleh kemajuan yang terus dicapai Dewan Perdamaian," kata Pigott.
Trump pada 31 Juli mengatakan Dewan Perdamaian telah mencapai kesepakatan dengan Hamas mengenai “pelucutan senjata sepenuhnya” kelompok tersebut dan faksi bersenjata lainnya di Gaza.
Berdasarkan rencana tersebut, pasukan Israel akan ditarik secara bertahap dan ISF akan bekerja bersama kepolisian Palestina yang baru untuk mengambil alih tanggung jawab keamanan di Gaza.
Rencana tersebut menghadapi penolakan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengatakan pasukan Israel tidak akan ditarik sebelum Hamas benar-benar dilucuti.
Hamas, sementara itu, menyatakan tetap berkomitmen terhadap peta jalan tersebut.
Mediator Berupaya Jalankan Kesepakatan Gaza
Penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner mengunjungi kawasan tersebut pada pekan ini dan bertemu pejabat Hamas di Mesir sebelum mengadakan pembicaraan dengan Netanyahu di Israel bersama utusan Dewan Perdamaian Nikolay Mladenov.
Menurut laporan media Israel, Netanyahu dan Kushner berbeda pendapat mengenai kelanjutan serangan Israel di Gaza, dengan Netanyahu bersikeras operasi diteruskan sementara Kushner menyatakan keberatan.
Para mediator masih berupaya mendorong pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.
Menurut data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza, pelanggaran Israel terhadap kesepakatan tersebut telah menewaskan 1.283 warga Palestina dan melukai 4.248 orang lainnya.
Perang di Gaza sejak 8 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya, sementara sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut dilaporkan hancur.
- Penulis :
- Aditya Yohan



