
Pantau - Amerika Serikat menjatuhkan sanksi ekonomi baru terhadap Iran dengan menyasar lima sektor utama, yakni aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan kebijakan tersebut dalam konferensi pers di Washington, D.C., Senin (24/8/2026).
Departemen Keuangan AS juga menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 60 entitas, individu, dan kapal yang terkait dengan Iran.
AS Bidik Lima Sektor Ekonomi Iran
Bessent mengatakan lima sektor tersebut menjadi sasaran karena dinilai sebagai jalur penting yang dimanfaatkan Iran di negara lain.
“Keputusan sanksi sektoral baru yang dikeluarkan hari ini menargetkan lima jalur kehidupan paling vital Iran yang dimanfaatkannya di negara-negara lain, yakni aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran,” kata Bessent.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan peluncuran operasi ekonomi terhadap Iran pada Kamis (20/8/2026) dan menyebut kebijakan itu sebagai isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Trump juga mendesak negara-negara sekutu AS untuk bergabung dalam kebijakan tersebut, tetapi menyatakan peralihan strategi menuju perang ekonomi tidak berarti Washington mengesampingkan opsi militer.
Ketegangan AS-Iran Belum Berakhir
Ketegangan antara AS dan Iran disebut bermula pada 28 Februari 2026 ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran yang kemudian dibalas oleh Teheran.
Iran dan AS sempat menandatangani nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan pada pertengahan Juni 2026, tetapi kedua pihak kembali saling melancarkan serangan tidak lama setelah kesepakatan tersebut.
Konflik hingga kini belum terselesaikan meski AS dan Iran tidak sedang bertempur secara langsung, sementara Washington mengandalkan tekanan ekonomi terhadap Teheran.
- Penulis :
- Aditya Yohan



