HOME  ⁄  Geopolitik

Koalisi Sukarela Siapkan Latihan Militer untuk Kerahkan Pasukan ke Ukraina Usai Gencatan Senjata

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Koalisi Sukarela Siapkan Latihan Militer untuk Kerahkan Pasukan ke Ukraina Usai Gencatan Senjata
Foto: (Sumber :Kendaraan-kendaraan yang hangus dan sebuah bangunan yang rusak terlihat setelah serangan Rusia semalam di Kyiv, Ukraina, pada 20 Agustus 2026. Berdasarkan informasi awal dari Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko, setidaknya 12 orang tewas dan 33 lainnya terluka, sementara distrik Darnytskyi, Sviatoshynskyi, dan Solomianskyi mengalami kerusakan. ANTARA/Stringer - Anadolu Agency /pri.)

Pantau - Koalisi Sukarela yang mencakup lebih dari 30 negara akan menggelar latihan militer untuk mempersiapkan pasukan multinasional yang direncanakan dikerahkan ke Ukraina setelah kesepakatan gencatan senjata tercapai.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menyampaikan rencana tersebut dalam pertemuan para pemimpin koalisi saat mengunjungi Kyiv, Ukraina, Senin.

Rencana pengerahan pasukan multinasional tersebut telah disiapkan secara khusus, sementara proses persiapan masih berlangsung hingga tercapainya gencatan senjata.

Koalisi Siapkan Pasukan dan Pindahkan Markas ke London

Koalisi Sukarela juga berencana memindahkan markasnya ke London pada musim gugur sebagai bagian dari persiapan pengerahan pasukan ke Ukraina.

Latihan militer akan digelar untuk memastikan kontingen dari negara-negara anggota siap dikerahkan setelah gencatan senjata tercapai.

Dalam pertemuan tersebut, Burnham turut menyerukan perusahaan-perusahaan Inggris agar terlibat dalam proyek Eropa untuk mengembangkan sistem pertahanan rudal Freya.

Sistem Freya dirancang untuk mendeteksi dan mencegat rudal balistik serta disebut Burnham dapat menjadi alternatif yang lebih murah dibandingkan sistem Patriot buatan Amerika Serikat.

Koalisi Sukarela merupakan kelompok yang mencakup lebih dari 30 negara dengan Inggris dan Prancis sebagai penggagasnya.

Para pemimpin koalisi pada Januari telah menandatangani deklarasi niat untuk mengerahkan pasukan ke Ukraina setelah tercapainya kesepakatan damai.

Rusia Tolak Pengerahan Pasukan NATO ke Ukraina

Kementerian Luar Negeri Rusia sebelumnya menegaskan bahwa setiap skenario yang melibatkan pengerahan pasukan negara anggota NATO ke Ukraina tidak dapat diterima.

Rusia menilai pengerahan pasukan tersebut berisiko memicu eskalasi tajam dan dapat mendorong berlanjutnya permusuhan.

Juru Bicara Presiden Rusia Dmitry Peskov sebelumnya menyebut Koalisi Sukarela sebagai penghasut perang dan menilai kelompok itu terdiri atas negara-negara yang tidak menginginkan perdamaian.

Rencana latihan dan pengerahan pasukan tersebut menempatkan keberhasilan gencatan senjata sebagai syarat sebelum kontingen multinasional dikirim ke Ukraina.

Penulis :
Ahmad Yusuf