
Pantau - Indonesia mendesak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengambil langkah nyata dan berkelanjutan dalam menghadapi Israel serta menuntut pertanggungjawaban atas berbagai tindakan yang dinilai melanggar hukum internasional.
Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta menyampaikan desakan tersebut saat mewakili Menteri Luar Negeri Sugiono dalam Konferensi Tingkat Menteri Luar Negeri Luar Biasa ke-23 OKI di Jeddah, Arab Saudi, Kamis (27/8/2026).
"OKI harus mampu membangun wibawa organisasi, tidak dengan kecaman dan pernyataan, melainkan melalui aksi nyata dan berkelanjutan," kata Anis dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (30/8/2026).
Indonesia dalam konferensi tersebut menyoroti kekerasan dan pelanggaran hukum internasional yang disebut terus dilakukan Israel, termasuk perluasan permukiman ilegal, aneksasi tanah Palestina, dan pembunuhan warga Palestina.
Indonesia Soroti Situasi Timur Tengah
Anis mengatakan Indonesia menilai situasi di kawasan Timur Tengah sangat kritis karena dampak perang regional telah meluas melampaui batas wilayah kawasan tersebut.
Indonesia juga menilai kemampuan negara-negara anggota OKI untuk mempertahankan kerja sama semakin diuji di tengah perkembangan konflik.
"OKI harus memaksimalkan kemampuan dan mekanismenya untuk menuntut pertanggungjawaban Israel atas berbagai kejahatannya serta mengkategorikan tindakan kekerasan para pemukim ilegal sebagai aksi terorisme," katanya.
OKI Tetapkan Sekretaris Jenderal Baru
Selain membahas Palestina, KTM-LB menyetujui Ismail Ould Cheikh Ahmed sebagai Sekretaris Jenderal OKI periode 2026-2031 menggantikan Hissein Brahim Taha dari Chad.
Ismail Ould Cheikh Ahmed merupakan mantan Menteri Luar Negeri Mauritania.
Di sela konferensi, Anis melakukan pertemuan bilateral dengan menteri luar negeri Sudan, Palestina, dan Qatar serta wakil menteri luar negeri Turki dan Somalia untuk membahas kerja sama bilateral serta isu regional dan global.
- Penulis :
- Gerry Eka




