HOME  ⁄  Geopolitik

Militer Yordania Klaim Cegat Delapan Rudal Iran yang Menembus Wilayah Udaranya

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Militer Yordania Klaim Cegat Delapan Rudal Iran yang Menembus Wilayah Udaranya
Foto: (Sumber :Arsip foto - Rudal-rudal produksi angkatan bersenjata Iran untuk industri pertahanan dipamerkan dalam perayaan peringatan 47 tahun Revolusi 1979 yang dipimpin oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini, saat ratusan warga berkumpul di Lapangan Azadi, Teheran, Iran, pada 11 Februari 2026. ANTARA/Fatemeh Bahram - Anadolu Agency /pri..)

Pantau - Militer Yordania menyatakan telah mencegat dan menghancurkan delapan rudal yang memasuki wilayah udara negara tersebut pada Senin pagi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Militer Yordania menyebut seluruh rudal berhasil dihancurkan sebelum menimbulkan ancaman terhadap warga sipil maupun properti.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya menyatakan telah menembakkan rudal balistik ke Pangkalan Udara AS King Hussein dan Azraq di Yordania sebagai balasan atas serangan AS terhadap Pulau Larak milik Iran.

IRGC menyebut serangan tersebut melibatkan rudal dan drone yang menargetkan infrastruktur serta area penempatan jet tempur dan mengklaim serangan mengakibatkan kerusakan berat.

Serangan Iran dilakukan setelah pasukan AS pada Minggu menggempur dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak dalam serangan pertama terhadap wilayah Iran sejak akhir Juli.

Peluncur rudal tersebut diduga sedang disiapkan Iran untuk menembakkan roket pembawa ranjau laut ke Selat Hormuz.

IRGC menyatakan sejumlah pejuang dan warga sipil tewas serta terluka akibat serangan AS tersebut dan berjanji melancarkan serangan balasan.

Ketegangan antara Teheran dan Washington tetap tinggi sejak perang pecah menyusul serangan terhadap Iran pada akhir Februari.

Iran dan AS sempat menandatangani kerangka kesepakatan pada Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar sebelum Washington memulai kampanye pengeboman selama dua minggu.

Amerika Serikat kemudian kembali memberlakukan blokade laut pada Juli setelah muncul perselisihan terkait navigasi di Selat Hormuz.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Tria Dianti
FLOII 2026