
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan mendukung gagasan mengakhiri konflik dengan Iran dan tengah berdiskusi secara tertutup dengan para penasihat seniornya mengenai kemungkinan mengumumkan berakhirnya operasi militer AS terhadap negara tersebut.
Laporan The Wall Street Journal pada Rabu (2/9/2026) yang mengutip sejumlah pejabat AS menyebut Trump pada saat bersamaan meyakini tekanan ekonomi dapat membuat Pemerintah Iran menghentikan program nuklirnya atau "ambruk dengan sendirinya".
Para penasihat Trump juga dilaporkan memperingatkan bahwa eskalasi konflik dengan Iran dapat mengancam nasib Partai Republik dalam pemilu paruh waktu AS pada November 2026.
Namun, Trump disebut tidak menjadikan faktor pemilu sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan terkait perang.
Pengerahan Militer AS Diperpanjang
Di tengah pembahasan mengenai kemungkinan berakhirnya operasi militer, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth dilaporkan secara diam-diam memperpanjang pengerahan personel militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Tidak adanya batas waktu penyelesaian misi dinilai tetap memberikan ruang bagi Trump untuk mengambil langkah militer apabila diperlukan.
Pengerahan sekitar 50 ribu personel dan sejumlah besar kapal militer dalam waktu panjang juga berpotensi meningkatkan beban terhadap instalasi militer serta menyebabkan kelelahan personel.
Sejumlah unit pertahanan udara dilaporkan telah berada di kawasan selama 12 bulan, lebih panjang dibandingkan masa tugas normal sekitar sembilan bulan.
Beberapa satuan yang dialihkan dari Eropa bahkan disebut telah bertugas selama lebih dari satu tahun.
Sebanyak 19 Kapal Angkatan Laut AS Berada di Timur Tengah
Sejumlah kapal perang AS juga mencatat masa pengerahan panjang setelah kapal-kapal penghancur yang awalnya ditugaskan dalam operasi terhadap Iran turut terlibat dalam blokade pelabuhan negara tersebut.
Sekitar 19 kapal Angkatan Laut AS dilaporkan berada di Timur Tengah, termasuk dua kapal induk dan 13 kapal penghancur berpeluru kendali.
Trump sebelumnya pada 19 Agustus mengumumkan operasi ekonomi terhadap Iran dalam bentuk "isolasi pada tingkat yang belum pernah terjadi" dan meminta negara-negara sekutu AS turut mengambil langkah serupa.
Menurut laporan CNN yang mengutip pejabat AS, Washington berupaya menggeser taktik terhadap Iran dari pendekatan militer yang berlangsung sejak akhir Februari menuju "pencekikan" ekonomi secara bertahap.
- Penulis :
- Aditya Yohan




