
Pantau - Indonesia membidik peran sebagai jembatan perdagangan, investasi, dan produksi antara Eurasia dengan Asia Tenggara dengan memanfaatkan posisi geografis, besarnya pasar domestik, serta akses menuju pasar ASEAN.
Strategi tersebut diarahkan tidak hanya untuk memperluas ekspor Indonesia, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai basis bagi perusahaan Eurasia yang ingin menjangkau pasar ASEAN.
Momentum penguatan hubungan ekonomi itu muncul setelah Presiden Prabowo Subianto menghadiri Forum Ekonomi Timur atau Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok pada 3 September 2026.
Prabowo Tawarkan Indonesia sebagai Pintu Masuk ASEAN
Dalam forum tersebut, Prabowo menawarkan Indonesia sebagai pintu masuk alami menuju pasar ASEAN yang memiliki sekitar 680 juta penduduk.
Indonesia juga memiliki pasar domestik lebih dari 290 juta konsumen serta akses perdagangan melalui Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional atau Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).
Kerangka perdagangan Indonesia dengan kawasan Eurasia telah diperkuat melalui Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia atau Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).
Perjanjian yang ditandatangani pada Desember 2025 tersebut mencakup penghapusan atau penurunan tarif terhadap 11.882 pos tarif EAEU dan 10.257 pos tarif Indonesia.
Koridor Ekonomi Perlu Didukung Logistik dan Investasi
Tantangan berikutnya adalah memastikan akses perdagangan tersebut berkembang menjadi koridor ekonomi yang mampu bekerja secara efektif.
Arus barang perlu didukung biaya logistik yang kompetitif, kelancaran sistem pembayaran, serta investasi yang mampu menghasilkan kapasitas produksi di dalam negeri.
Penguatan koridor tersebut menjadi bagian penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk Eurasia, tetapi juga berkembang sebagai basis produksi dan perdagangan menuju negara-negara ASEAN.
Posisi Indonesia di antara kawasan Eurasia dan Asia Tenggara memberikan peluang untuk menghubungkan perdagangan kedua kawasan sekaligus memperkuat keterlibatan Indonesia dalam rantai pasok global.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




