
Pantau - Turkiye berharap proses diplomatik untuk menyelesaikan konflik Ukraina terus berkembang dan inisiatif Amerika Serikat (AS) menghasilkan kemajuan konkret dalam mendorong penyelesaian konflik tersebut.
Menurut sumber pemerintah Turkiye yang dikutip RIA Novosti, Presiden Recep Tayyip Erdogan terus berdialog dengan para pemimpin Barat untuk mendorong proses perundingan mengenai Ukraina.
"Presiden Recep Tayyip Erdogan berdialog dengan para pemimpin Barat untuk memberikan momentum baru bagi perundingan mengenai Ukraina. Memulihkan proses perundingan tetap menjadi prioritas pemimpin Turkiye," kata sumber tersebut.
Sumber itu menyebut Turkiye berharap inisiatif pemerintahan AS dapat memberikan hasil konkret dalam upaya penyelesaian konflik Ukraina.
Turkiye Dorong Kelanjutan Perundingan
Sikap Turkiye tersebut disampaikan di tengah berlanjutnya upaya diplomatik sejumlah negara untuk membahas penyelesaian konflik Rusia-Ukraina.
Duta Besar Rusia untuk Turkiye Sergey Vershinin sebelumnya mengatakan Rusia menghargai upaya pemerintahan AS untuk menyelesaikan konflik Ukraina berdasarkan pemahaman terhadap akar permasalahan konflik tersebut.
Pada 5 September 2026, Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu utusan khusus Presiden AS Steve Witkoff dan Jared Kushner di Kremlin.
Pertemuan tersebut berlangsung sekitar tiga jam.
Menurut ajudan Kremlin Yuri Ushakov, Putin dalam pertemuan itu menekankan perlunya mengatasi seluruh akar permasalahan konflik Ukraina.
Perunding AS Lanjutkan Pertemuan di Kiev
Sehari setelah pertemuan di Kremlin, para perunding AS tiba di Kiev menggunakan kereta api dari Polandia.
Media Ukraina melaporkan perundingan berlangsung dalam beberapa tahap.
Perwakilan Inggris, Prancis, dan Jerman dilaporkan turut bergabung dalam salah satu tahap perundingan tersebut.
Catatan: Informasi politik dan diplomatik dalam artikel sumber ini tidak dapat diverifikasi secara independen karena akses pencarian web tidak tersedia dalam sesi ini.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




