
Pantau - Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani menyerukan pembentukan kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan Iran dan negara-negara Teluk untuk mengurangi ancaman serta menjaga stabilitas kawasan.
Al Thani menyampaikan gagasan tersebut dalam Forum Ekonomi Qatar di sela-sela Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Minggu (20/9/2026).
Ia mengatakan perang yang terjadi baru-baru ini seharusnya menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk memperkuat kerja sama keamanan regional.
“Kami berharap perang ini menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa sudah saatnya hal itu terjadi,” katanya.
Qatar Dorong Iran dan Negara Teluk Bangun Kepercayaan
Al Thani mengatakan krisis regional telah menguji berbagai asumsi mengenai keamanan dan stabilitas serta menimbulkan dampak yang meluas hingga ke luar kawasan.
“Iran adalah tetangga kami. Kita perlu memahami bahwa tanpa adanya kerangka kerja keamanan yang menyatukan kita semua sebagai negara-negara Teluk bersama Iran, serta memastikan bahwa tidak ada satu pun di antara kita yang menjadi ancaman bagi yang lain, kawasan ini tidak akan bisa terus berjalan seperti dulu,” kata Al Thani.
Ia menyerukan agar negara-negara di kawasan bertindak bersama secara bertanggung jawab dan membangun hubungan baik dengan Iran.
Al Thani mengatakan Qatar bersama mitra regionalnya tengah berupaya mewujudkan kerangka kerja tersebut.
“Kami sedang berupaya mewujudkan hal itu. Mitra regional kami meyakini hal ini dan kami berharap bahwa perang ini menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa sudah saatnya hal itu terjadi,” katanya.
Qatar juga akan melanjutkan upaya mediasi, menjaga saluran komunikasi, serta bekerja sama dengan mitra regional dan internasional untuk meredakan ketegangan dan mendukung kesepahaman diplomatik.
Qatar Siapkan Proyek Infrastruktur Puluhan Miliar Dolar AS
Selain membahas keamanan kawasan, Al Thani mengumumkan peluncuran platform Doha Investment untuk mengelola dan memperluas portofolio domestik Qatar Investment Authority serta meningkatkan keterlibatan sektor swasta.
Qatar diperkirakan melelang proyek infrastruktur senilai sekitar 38,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp685,9 triliun dalam lima tahun mendatang.
Proyek properti dan perhotelan juga diperkirakan menarik investasi swasta sebesar 22,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp400,8 triliun.
Nilai potensial gabungan proyek tersebut mencapai lebih dari 60 miliar dolar AS atau sekitar Rp1 kuadriliun.
Pernyataan Al Thani disampaikan ketika para pemimpin dunia berkumpul di New York untuk rangkaian pertemuan tingkat tinggi Majelis Umum PBB, dengan konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran serta dampaknya terhadap kawasan menjadi salah satu isu yang dibahas.
- Penulis :
- Aditya Yohan




