
Pantau - Presiden Bulgaria Iliana Iotova menyerukan pembentukan zona navigasi yang aman dan bebas di Laut Hitam serta menyatakan pemerintahnya sedang menyiapkan inisiatif untuk mewujudkan rencana tersebut bersama negara-negara di kawasan dan pihak berkepentingan.
Iotova menyampaikan rencana tersebut dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Rabu (23/9/2026) waktu setempat.
"Bulgaria tidak bisa dan tidak ingin tinggal diam… dan saat ini kami sedang mempersiapkan sebuah inisiatif," kata Iotova.
Bulgaria Ajak Negara Kawasan Bekerja Sama
Melalui inisiatif tersebut, Bulgaria berencana bekerja sama dengan negara-negara lain di kawasan serta seluruh pihak berkepentingan untuk mencapai kesepakatan mengenai Laut Hitam.
Kerja sama itu diarahkan pada pengambilan tindakan bersama untuk menjamin kebebasan sekaligus keamanan navigasi di perairan tersebut.
Iotova menekankan Laut Hitam perlu menjadi zona yang aman untuk mendukung kegiatan di sektor energi, perdagangan, dan pariwisata.
Menurut dia, keamanan perairan tersebut juga diperlukan agar negara-negara di kawasan dapat hidup berdampingan secara damai.
Gangguan Pelayaran Dinilai Ancam Pasokan Pangan
Iotova turut menyoroti risiko yang dapat muncul apabila jalur pelayaran dan perdagangan di Laut Hitam mengalami gangguan.
Ia secara khusus menyinggung aktivitas ekspor biji-bijian dan pupuk yang bergantung pada kelancaran jalur perdagangan.
"Ketidakmampuan untuk mengekspor biji-bijian dan pupuk telah menciptakan ancaman kelaparan yang nyata pada musim dingin ini di beberapa negara, serta berpotensi mengganggu hasil panen pada tahun 2027 mendatang," ujarnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan




