HOME  ⁄  Geopolitik

Pengamat Menilai Stabilitas Hubungan Tiongkok-AS Memberikan Manfaat bagi Perdagangan dan Dunia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pengamat Menilai Stabilitas Hubungan Tiongkok-AS Memberikan Manfaat bagi Perdagangan dan Dunia
Foto: (Sumber :Para pengamat di seluruh dunia mengatakan bahwa hubungan Tiongkok-Amerika Serikat (AS) yang stabil tidak hanya bermanfaat bagi kepentingan kedua negara, tetapi juga kepentingan dunia, dengan memberikan kepastian yang lebih besar bagi perdagangan global. ANTARA/Xinhua..)

Pantau - Sejumlah pengamat internasional menilai hubungan Tiongkok-Amerika Serikat (AS) yang stabil dapat memberikan manfaat bagi kedua negara sekaligus meningkatkan kepastian perdagangan, investasi, serta stabilitas global.

Pandangan tersebut muncul setelah kunjungan kenegaraan Presiden Tiongkok Xi Jinping ke AS dan pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih pada Kamis, 24 September 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Xi menyerukan agar visi hubungan Tiongkok-AS dengan stabilitas strategis yang konstruktif diwujudkan melalui tindakan nyata dan kedua negara menemukan cara untuk hidup berdampingan secara harmonis.

Pengamat Soroti Dampak terhadap Stabilitas Global

Presiden Kaukus Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra untuk Asia-Pasifik Ong Tee Keat menilai hubungan stabil antara Tiongkok dan AS dapat berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas dunia.

"Hal ini sejalan dengan aspirasi bersama komunitas internasional yang mendambakan stabilitas, karena hubungan Tiongkok-AS yang stabil akan membantu menopang perdamaian dan stabilitas global. Hal ini juga akan membantah anggapan bahwa 'Perangkap Thucydides' merupakan sesuatu yang tak terhindarkan dalam pengelolaan hubungan Tiongkok-AS," kata Ong.

Ong mengatakan koeksistensi damai perlu menjadi titik temu yang dijunjung kedua negara seiring dengan kebutuhan untuk saling mengakomodasi dalam dinamika hubungan saat ini.

Peneliti senior Nusantara Academy for Strategic Research Azmi Hassan juga menilai hubungan baik antara Tiongkok dan AS dapat memberikan manfaat di luar kepentingan kedua negara.

"Hal ini tidak hanya berlaku dalam bidang perdagangan, tetapi juga dalam konteks geopolitik, yang memungkinkan kedua belah pihak dan seluruh dunia memperoleh manfaat," imbuhnya.

Presiden emeritus World Food Prize Foundation sekaligus mantan Duta Besar AS untuk Kamboja Kenneth Quinn turut menekankan pentingnya arah hubungan yang positif.

"Saya yakin sangat penting bagi AS dan Tiongkok untuk bergerak ke arah yang positif sebagai mitra, bukan bergerak ke arah yang menjadikan mereka sebagai pihak yang saling bermusuhan," ujar Quinn.

Quinn mengatakan "tujuan nomor satu" adalah agar hubungan Tiongkok-AS terus mempertahankan "stabilitas strategis yang konstruktif" dan "tidak mengalami volatilitas, naik turun, serta lonjakan besar dalam tarif dan rencana pengenaan tarif."

Dunia Usaha Mengharapkan Prediktabilitas

CEO Sinogie Consulting Group di Australia Bruce McLaughlin menilai stabilitas hubungan kedua negara dapat memberikan manfaat bagi perdagangan dan investasi.

"Presiden Xi benar sekali bahwa menstabilkan hubungan Tiongkok-AS sangatlah penting. Membangun hubungan yang konstruktif akan lebih baik lagi," tutur McLaughlin.

"Kedua belah pihak memperoleh manfaat dari hubungan yang konstruktif, stabil, dan dikelola dengan baik, yang mendorong peningkatan perdagangan dan investasi," kata McLaughlin.

"Hal yang sangat penting di sini adalah pemerintah AS berhenti memandang perdagangan sebagai persaingan yang bermentalitas menang-kalah (zero-sum), serta mulai menyadari bahwa upaya untuk mencapai manfaat bersama itu mungkin dilakukan," imbuhnya.

Presiden Nasional Dewan Bisnis Australia-Tiongkok Rhys Roberts mengatakan pertemuan langsung antara pemimpin dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia menjadi perhatian dunia usaha.

"Hal yang paling dihargai oleh dunia usaha adalah prediktabilitas," kata Roberts.

"Komitmen yang dibuat di tingkat pemimpin menjadi sangat berarti ketika diwujudkan dengan pengaturan yang konsisten dan praktis, yang dapat menjadi dasar perencanaan perusahaan. Hal itulah yang akan menjadi perhatian dunia usaha," tambahnya.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026