HOME  ⁄  Geopolitik

Pete Hegseth Ungkap Komando Perang Otonom Baru untuk Perluas Teknologi Robotik Militer AS

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pete Hegseth Ungkap Komando Perang Otonom Baru untuk Perluas Teknologi Robotik Militer AS
Foto: (Sumber :Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengatakan pada Rabu (30/9) bahwa departemennya sedang membentuk "Komando Perang Otonom" (Autonomous Warfare Command), sebuah komando tempur bintang empat baru dengan otoritas setara angkatan bersenjata yang dibentuk untuk "meningkatkan skala kapabilitas otonom dan robotik di seluruh pasukan gabungan." ANTARA/Xinhua.)

Pantau - Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengatakan pada Rabu (30/9) bahwa departemennya sedang membentuk "Komando Perang Otonom" atau Autonomous Warfare Command untuk meningkatkan kapabilitas otonom dan robotik militer AS.

Komando tersebut akan menjadi komando tempur bintang empat baru dengan otoritas setara angkatan bersenjata dan bertugas meningkatkan skala penggunaan teknologi otonom serta robotik di seluruh pasukan gabungan.

Hegseth mengumumkan pembentukan komando baru tersebut dalam pidatonya di Pangkalan Korps Marinir AS di Quantico, Virginia.

Pentagon Siapkan Anggaran Perang Otonom

Menurut The Wall Street Journal, pembentukan komando tersebut diperkirakan merombak cara Pentagon membeli, menguji, dan mengerahkan drone serta teknologi militer canggih lainnya.

Pentagon juga disebut berupaya meningkatkan anggaran perang otonom hingga tiga kali lipat dengan mengajukan dana sebesar 74 miliar dolar AS untuk teknologi drone dan counter-drone.

Dengan kurs 1 dolar AS sebesar Rp17.998 sebagaimana tercantum dalam laporan, anggaran tersebut setara sekitar Rp1.331 triliun.

Hegseth menuturkan miliarder teknologi Elon Musk, pengusaha teknologi Palmer Luckey, dan politikus Partai Republik Newt Gingrich akan bersama-sama memimpin "Project Meridian".

Proyek yang dipimpin Pentagon tersebut ditujukan untuk mengkaji masa depan peperangan.

Hegseth Umumkan Rencana Pangkas Jenderal dan Laksamana

Selain membentuk komando baru, Hegseth mengumumkan rencana memangkas jumlah jenderal dan laksamana AS sebesar 20 persen.

Ia juga mengumumkan rencana pembangunan pangkalan baru yang akan menampung sekitar 15.000 hingga 20.000 tentara AS.

Hegseth mendorong para gubernur di seluruh AS untuk menyampaikan proposal terbaik mereka terkait rencana pembangunan pangkalan tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026