HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Klaim AS Kuasai Hampir Sepenuhnya Selat Hormuz, Sebut Pengiriman Minyak Cetak Rekor

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Trump Klaim AS Kuasai Hampir Sepenuhnya Selat Hormuz, Sebut Pengiriman Minyak Cetak Rekor
Foto: (Sumber :Sejumlah kapal dagang milik Iran dan negara lain masih berlabuh di Selat Hormuz, Bandar Abbas, Iran, pada 10 September 2026. Menyusul pengumuman Teheran bahwa selat tersebut akan tetap ditutup di tengah ketegangan yang terus berlangsung antara AS dan Iran, ketidakpastian mengenai lalu lintas kapal masih berlanjut di salah satu titik transit energi dan perdagangan paling krusial di dunia. ANTARA/Fatemeh Bahrami - Anadolu Agency /pri.)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim AS memiliki kendali hampir sepenuhnya atas Selat Hormuz dan menyebut pengiriman minyak melalui jalur strategis tersebut meningkat hingga mencapai level tertinggi sepanjang sejarah dalam beberapa hari terakhir.

Trump menyampaikan pernyataan tersebut dalam perayaan Bulan Warisan Hispanik di Washington, Rabu (30/9/2026).

“Kami memiliki kendali hampir sepenuhnya atas Selat Hormuz. Bahkan, dalam tiga hari terakhir, lebih banyak minyak keluar melalui Selat Hormuz dibandingkan kapan pun dalam sejarah Selat Hormuz,” kata Trump.

Klaim Trump mengenai tingkat kendali AS dan volume pengiriman minyak tersebut merupakan pernyataan Presiden AS yang dimuat ANTARA dan belum dapat diverifikasi secara independen dalam penulisan berita ini karena akses pencarian sumber terkini tidak tersedia.

Trump Klaim Perang Akan Segera Dimenangkan

Dalam kesempatan yang sama, Trump kembali menyampaikan klaim bahwa militer Iran telah hancur total.

“Kami akan memenangkan perang itu dengan sangat cepat, dengan cara apa pun,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang turut berdampak terhadap situasi di Selat Hormuz.

Menurut laporan wartawan, AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada Februari 2026, sementara Teheran merespons dengan menyerang Israel dan sejumlah target AS di kawasan tersebut sebelum kesepakatan gencatan senjata tercapai pada April.

Implementasi Kesepakatan Selat Hormuz Terhenti

Washington dan Teheran kemudian menandatangani nota kesepahaman mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz pada Juni 2026.

Namun, berdasarkan laporan tersebut, implementasi nota kesepahaman terhenti karena adanya perbedaan pendapat mengenai masalah keamanan di jalur perairan strategis itu.

Selat Hormuz menjadi salah satu jalur penting bagi transit energi dan perdagangan dunia sehingga perkembangan keamanan di kawasan tersebut berpengaruh terhadap aktivitas pelayaran dan pengiriman minyak.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026