
Pantau - Pemerintah Inggris pada Kamis, 1 Oktober 2026, mengumumkan paket 31 sanksi baru terhadap Rusia yang menyasar 23 individu dan entitas serta delapan kapal sebagai bagian dari upaya meningkatkan tekanan ekonomi menjelang musim dingin.
Kementerian Luar Negeri Inggris menyatakan sanksi tersebut mencakup kapal-kapal armada bayangan LNG, jaringan disinformasi Kremlin, serta pihak-pihak yang dituduh terlibat dalam penyiksaan warga sipil dan indoktrinasi anak-anak Ukraina.
"Langkah ini diambil saat Rusia meluncurkan lebih dari 3.100 pesawat nirawak (drone) bermesin jet ke Ukraina pada September, melampaui rekor suram masa perang pada Agustus," kata Kementerian Luar Negeri Inggris.
Dari keseluruhan paket tersebut, delapan orang dikenai sanksi karena menurut pemerintah Inggris terlibat dalam penahanan sewenang-wenang, penyiksaan, dan perlakuan buruk terhadap warga sipil Ukraina.
Tujuh individu lainnya menjadi sasaran karena menurut pemerintah Inggris memiliki peran dalam indoktrinasi dan militerisasi anak-anak Ukraina, termasuk anak-anak yang disebut telah dideportasi oleh pihak berwenang Rusia.
Inggris Sasar Kapal Armada Bayangan Rusia
Menteri Urusan Eropa Inggris Lord Wood of Anfield mengatakan sanksi tersebut ditujukan terhadap sumber pendapatan Rusia sekaligus individu yang menurut pemerintah Inggris terlibat dalam tindakan terhadap warga sipil Ukraina.
"Kami menargetkan sumber pendapatan yang menopang agresi Rusia sekaligus para pelaku kejahatan keji terhadap warga sipil Ukraina, termasuk anak-anak. Inggris tidak akan goyah dalam memberikan dukungan bagi Ukraina," kata Lord Wood of Anfield.
Pemerintah Inggris turut menargetkan sejumlah kapal yang disebut telah diperoleh Rusia untuk mendukung armada bayangan dan mempertahankan pendapatan dari ekspor gas.
Beberapa kapal tersebut dilaporkan baru mulai beroperasi pada Juli 2026.
Delapan kapal yang masuk dalam paket sanksi terdiri atas tiga kapal armada bayangan, dua kapal yang menyediakan layanan pengisian bahan bakar bagi armada tersebut, serta tiga kapal kelas es milik Rusia.
Sebanyak 23 individu dan entitas yang menjadi sasaran akan dikenai pembekuan aset, sanksi terkait layanan perwalian, serta larangan menjadi direktur.
Individu yang masuk dalam daftar tersebut juga dikenai larangan perjalanan, sedangkan delapan kapal menghadapi sanksi pelayaran dan perdagangan.
London Tegaskan Dukungan terhadap Ukraina
Pemerintah Inggris menyatakan kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama para mitranya untuk meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang menurut London bertanggung jawab atas agresi Rusia terhadap Ukraina.
Langkah itu juga ditujukan untuk membatasi pendapatan yang disebut digunakan untuk menopang perang serta mempertahankan keamanan Ukraina, Inggris, dan kawasan Eropa.
"Meskipun Inggris tidak mencari konfrontasi dengan Rusia, selama (Presiden Vladimir) Putin memilih untuk tidak mengakhiri perang yang tidak masuk akal dan biadab ini, dukungan Inggris bagi Ukraina akan tetap teguh tak tergoyahkan," kata pemerintah Inggris.
- Penulis :
- Leon Weldrick




