
Pantau - Iran mendesak Irak mencabut pembatasan penerbangan antara kedua negara dan memulihkan operasional maskapai seperti sedia kala di tengah sanksi Amerika Serikat yang turut berdampak pada sektor penerbangan Iran.
Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataan pada Kamis (1/10/2026) menyatakan tetap menghormati kedaulatan Irak dalam menyampaikan seruan tersebut.
Menurut kementerian itu, pencabutan pembatasan dan pemulihan operasional normal maskapai kedua negara merupakan langkah yang dinilai tepat.
Iran Soroti Dampak Pembatasan bagi Penumpang
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan pembatasan penerbangan antara Iran dan Irak bertentangan dengan kepentingan kedua negara serta menimbulkan kesulitan bagi ratusan ribu penumpang.
Kelompok yang disebut terdampak antara lain jemaah haji, pasien, pelajar, dan pengusaha yang melakukan perjalanan antara kedua negara.
Iran menilai hubungan transportasi dengan Irak seharusnya dikelola secara independen dan bertanggung jawab berdasarkan kepentingan bersama mengingat kedua negara memiliki hubungan sejarah, agama, budaya, dan masyarakat.
Iran Tuding Sanksi AS Ganggu Penerbangan
Kementerian Luar Negeri Iran menuding Amerika Serikat menggunakan sanksi dan "terorisme ekonomi" untuk mengganggu hubungan perdagangan serta penerbangan Iran dengan negara lain.
Pernyataan Iran tersebut muncul di tengah sanksi Amerika Serikat terhadap Teheran yang juga berdampak pada sektor penerbangan dan transaksi yang melibatkan entitas Iran.
Amerika Serikat menyatakan kebijakan sanksinya bertujuan membatasi pendapatan dan sumber daya yang tersedia bagi Pemerintah Iran.
Sementara itu, Iran menyatakan sanksi tersebut mengganggu hubungan ekonomi dan transportasi sehari-hari dengan negara lain.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




