HOME  ⁄  Geopolitik

PBB Serukan Negara-Negara di Tanduk Afrika Menahan Diri dan Hindari Eskalasi Ketegangan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PBB Serukan Negara-Negara di Tanduk Afrika Menahan Diri dan Hindari Eskalasi Ketegangan
Foto: (Sumber :Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres. ANTARA/Xinhua.)

Pantau - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan negara-negara di kawasan Tanduk Afrika untuk menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan di tengah konflik di wilayah Tigray, Ethiopia.

"PBB prihatin dengan meningkatnya ketegangan di antara negara-negara di Tanduk Afrika pada saat persatuan, dialog, dan kerja sama sangat dibutuhkan untuk mendukung perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut," kata Juru Bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric, Jumat (2/10/2026).

PBB mendorong negara-negara di kawasan tersebut mengedepankan komunikasi dan kerja sama untuk menjaga perdamaian serta stabilitas regional.

Guterres Dorong Penyelesaian melalui Dialog

"Sekjen menyerukan kepada semua negara untuk menahan diri, menghindari tindakan apa pun yang dapat memperburuk ketegangan, dan berkomitmen untuk menyelesaikan perbedaan mereka melalui dialog," tutur Dujarric.

Guterres menyampaikan seruan tersebut di tengah konflik yang terjadi di Tigray, wilayah paling utara Ethiopia, yang disebut memberikan dampak pada tingkat regional.

Seruan PBB tersebut menekankan pentingnya menghindari langkah yang dapat memperburuk ketegangan antarpihak di kawasan Tanduk Afrika.

Tanduk Afrika Jadi Kawasan Strategis

Tanduk Afrika atau Semenanjung Somalia merupakan wilayah geopolitik yang berada di bagian paling timur daratan Afrika.

Kawasan tersebut mencakup Somalia, Djibouti, Ethiopia, Eritrea, serta Somaliland yang memiliki pengakuan internasional terbatas.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026