
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan terhadap Korea Selatan jika Seoul tidak mendukung proyek gas alam cair (LNG) Alaska, sementara pemerintah Korea Selatan menyatakan belum ada kesepakatan resmi terkait proyek tersebut.
“Saya tidak gegabah mengambil tindakan. Maksud saya, mereka ada di sana dan diwakili. Dan kita lihat saja. Jika mereka tidak mau melakukannya, saya tidak masalah. Saya hanya akan mengenakan biaya lebih kepada mereka,” kata Trump dari Gedung Putih, Jumat (2/10/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Trump ketika ditanya mengenai klaim dukungan Korea Selatan terhadap proyek LNG Alaska yang sebelumnya diumumkan bersama sejumlah pejabat kabinet Amerika Serikat.
Trump Sebut Investasi Capai 200 Miliar Dolar AS
Trump pada Rabu menyatakan Korea Selatan akan menginvestasikan 200 miliar dolar AS atau sekitar Rp3,57 kuadriliun untuk mendukung pembangunan sejumlah proyek LNG dan energi nuklir utama di Amerika Serikat, termasuk proyek LNG Alaska.
Bloomberg sebelumnya melaporkan Seoul akan menginvestasikan 54 miliar dolar AS atau sekitar Rp965 triliun dalam proyek Alaska sebagai bagian dari investasi dan komitmen yang lebih luas senilai 350 miliar dolar AS atau sekitar Rp6,26 kuadriliun untuk Amerika Serikat pada 2025.
Korea Selatan Bantah Ada Kesepakatan Resmi
Menteri Perdagangan, Industri dan Sumber Daya Korea Selatan Kim Jung-kwan pada Kamis (1/10) membantah telah tercapai kesepakatan resmi mengenai proyek LNG Alaska.
Kim menyatakan kedua pihak hanya menyepakati tiga poin yang tercantum dalam lembar fakta.
Menurut Kim, angka maupun pernyataan bersifat pasti yang disampaikan Washington melampaui hal-hal yang sebenarnya telah dibahas antara kedua negara.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




