
Pantau - Pemerintah Inggris akan mengusir 27 diplomat Israel dari Kedutaan Besar Israel di London sebagai balasan atas keputusan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar menutup Konsulat Jenderal Inggris di Yerusalem Timur.
Rencana tersebut disampaikan Duta Besar Inggris untuk Israel Simon Walters sebagaimana dilaporkan media Israel Ynet pada Senin (5/10/2026).
Penutupan Konsulat Jenderal Inggris di Yerusalem Timur berdampak terhadap 27 diplomat Inggris yang bertugas memberikan pelayanan kepada penduduk Palestina.
Inggris disebut akan mengusir satu diplomat Israel untuk setiap diplomat Inggris yang terdampak keputusan pemerintah Israel tersebut.
Hubungan Inggris dan Israel Memburuk
Ketegangan hubungan Inggris dan Israel meningkat sejak September 2026 setelah London memberlakukan larangan perdagangan dengan permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Inggris mengambil kebijakan tersebut karena memandang permukiman Israel di wilayah Palestina itu ilegal berdasarkan hukum internasional.
Sebagai respons terhadap larangan perdagangan tersebut, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar sebelumnya mengancam akan menutup Konsulat Jenderal Inggris di Yerusalem Timur.
Israel juga memerintahkan para pejabat Inggris meninggalkan Pusat Dukungan Internasional Gaza yang berada di Kota Kiryat Gat, Israel.
Permukiman Tepi Barat Jadi Sumber Perselisihan
Pembangunan permukiman Israel di Tepi Barat masih menjadi salah satu sumber utama perselisihan antara Israel, komunitas internasional, dan otoritas Palestina.
Warga Palestina memandang pembangunan permukiman tersebut sebagai kebijakan Israel untuk memperkuat penguasaan terhadap wilayah mereka.
Rencana pengusiran 27 diplomat Israel menjadi perkembangan terbaru dalam memburuknya hubungan diplomatik Inggris dan Israel setelah penutupan Konsulat Jenderal Inggris di Yerusalem Timur.
- Penulis :
- Aditya Yohan




