HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Mengklaim Suplai Minyak melalui Selat Hormuz Kini Melampaui Tingkat Sebelum Perang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Trump Mengklaim Suplai Minyak melalui Selat Hormuz Kini Melampaui Tingkat Sebelum Perang
Foto: (Sumber :Para pekerja memfasilitasi proses pemindahan minyak mentah dari truk ke kapal tanker di Terminal Minyak Banyas, Tartus, Suriah, pada 13 September 2026.Anadolu Agency /pri.).)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim pengiriman minyak melalui Selat Hormuz telah pulih sepenuhnya dan bahkan melampaui tingkat sebelum pecahnya perang dengan Iran.

Trump menyampaikan klaim tersebut kepada wartawan pada Selasa (6/10/2026), setelah aktivitas pelayaran di jalur strategis itu sebelumnya terganggu akibat eskalasi konflik.

"Jutaan barel minyak telah dialirkan hanya dalam beberapa hari terakhir," kata Trump.

"Kita dapat melihatnya mengalir pada taraf yang setara atau bahkan melampaui jumlah sebelum perang," tambahnya.

Konflik AS-Israel dan Iran Ganggu Selat Hormuz

Perang di Iran pecah setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut pada 28 Februari 2026.

Teheran membalas serangan itu dengan melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah titik di kawasan Timur Tengah.

Pada pertengahan Juni 2026, Teheran dan Washington mencapai kesepakatan untuk mengakhiri permusuhan.

Pertempuran kembali pecah tidak lama setelah kesepakatan tersebut tercapai.

Konflik antara kedua pihak hingga kini masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Gangguan Hormuz Picu Kenaikan Harga Minyak

Eskalasi konflik secara efektif sempat menghentikan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur penting bagi suplai minyak, produk petroleum, dan gas alam cair atau LNG dunia.

Gangguan terhadap aktivitas pengiriman energi melalui kawasan tersebut berdampak terhadap pasokan di berbagai negara.

Ketegangan di Selat Hormuz turut memicu kenaikan drastis harga minyak di berbagai negara.

Trump kini mengeklaim arus pengiriman minyak melalui jalur tersebut telah kembali ke tingkat sebelum perang bahkan melampauinya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026