
Pantau - Parlemen Belanda mengajukan usulan pembentukan sekitar 150.000 pasukan cadangan sipil darurat untuk membantu penanganan krisis besar selama 72 jam pertama ketika polisi, militer, dan layanan darurat fokus menjalankan tugas masing-masing.
Usulan tersebut disampaikan anggota parlemen dari Partai Christian Democratic Appeal (CDA) Maes van Lanschot, sebagaimana dilaporkan RTL Nieuws, Selasa (6/10/2026).
Van Lanschot mengatakan pasukan cadangan sipil tersebut direncanakan terbagi dalam tiga bidang utama, yakni teknologi, logistik, dan keamanan.
Warga Dilibatkan Sesuai Keahlian
Pasukan cadangan dirancang untuk melibatkan warga yang tetap menjalankan pekerjaan sehari-hari, tetapi siap menggunakan keahlian mereka ketika terjadi keadaan darurat.
"Maksud kami adalah warga yang selain melakukan pekerjaan sehari-hari, mereka dapat menggunakan keahliannya untuk membantu selama 72 jam pertama masa krisis," jelas Van Lanschot.
Menurut dia, keterlibatan warga diperlukan karena polisi, tentara, dan layanan darurat akan disibukkan dengan tugas masing-masing ketika negara menghadapi krisis besar.
Pasukan Cadangan Fokus pada Tiga Bidang
Sebanyak 150.000 personel cadangan yang diusulkan akan diarahkan untuk mendukung penanganan keadaan darurat pada sektor teknologi, logistik, dan keamanan.
Skema tersebut difokuskan pada 72 jam pertama setelah krisis terjadi sebagai dukungan terhadap lembaga negara dan layanan darurat Belanda.
- Penulis :
- Aditya Yohan




