HOME  ⁄  Geopolitik

Pemerintah AS Dilaporkan Siapkan Opsi Serangan ke Iran Jelang Pemilu Kongres November 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemerintah AS Dilaporkan Siapkan Opsi Serangan ke Iran Jelang Pemilu Kongres November 2026
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Bendera negara Iran dan Amerika Serikat. /ANTARA/Anadolu Ajansi/pri..)

Pantau - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dilaporkan meminta Departemen Perang menyiapkan sejumlah opsi serangan militer terhadap Iran menjelang pemilihan umum paruh waktu Kongres yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2026.

Mengutip dua pejabat pemerintahan AS, media The Atlantic pada Rabu (7/10/2026) melaporkan bahwa Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) tengah menyusun rencana serangan tersebut.

Namun, pemerintah AS disebut belum mengambil keputusan akhir mengenai pelaksanaan operasi militer terhadap Iran.

Pembahasan mengenai cakupan, sasaran, dan tujuan kemungkinan serangan juga masih berlangsung di lingkungan pemerintahan Washington.

CENTCOM Susun Rencana Serangan, Keputusan Belum Final

Menurut laporan The Atlantic, penyusunan opsi militer terhadap Iran dilakukan di tengah konflik yang belum terselesaikan antara Washington dan Teheran.

CENTCOM disebut sedang mengembangkan sejumlah kemungkinan tindakan militer yang dapat dipertimbangkan pemerintah AS.

Meski demikian, laporan tersebut tidak menyebutkan adanya keputusan final untuk melancarkan serangan dalam waktu dekat.

Pemerintah AS juga dilaporkan mempertimbangkan kemungkinan melaksanakan serangan setelah pemilu paruh waktu berlangsung.

Dengan demikian, waktu pelaksanaan maupun bentuk operasi militer yang sedang dikaji masih belum dapat dipastikan.

Trump Disebut Ingin Turunkan Harga Bensin Sebelum Pemilu

Laporan The Atlantic menyebut persiapan opsi serangan tersebut berkaitan dengan keinginan Presiden AS Donald Trump untuk mencapai kemajuan dalam konflik Iran sebelum pemilu paruh waktu.

Trump juga disebut ingin menurunkan harga bensin menjelang pemungutan suara pada November 2026.

Pada Selasa (6/10/2026), Trump menyampaikan pernyataan mengenai perlunya Amerika Serikat mengakhiri konflik dengan Iran.

Ia mengatakan konflik tersebut harus diselesaikan “dengan cara yang baik atau dengan cara yang tidak baik”.

Pernyataan itu disampaikan ketika hubungan Washington dan Teheran masih diwarnai ketegangan akibat konflik militer yang berlangsung sejak awal tahun.

Konflik AS dan Iran Berlangsung Sejak Februari 2026

Ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran meningkat setelah Washington bersama Israel memulai serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut kemudian dibalas Teheran dengan menyerang sejumlah target Amerika Serikat di kawasan.

Pada pertengahan Juni 2026, Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan.

Namun, kesepakatan tersebut belum mampu mengakhiri konflik karena kedua pihak kembali melakukan serangan setelahnya.

Hingga Oktober 2026, konflik antara Amerika Serikat dan Iran masih belum menemukan penyelesaian.

Upaya diplomatik untuk mengakhiri permusuhan tetap berlangsung di tengah munculnya laporan mengenai persiapan opsi militer baru oleh Washington.

Pemilu Paruh Waktu AS Dijadwalkan pada 3 November

Amerika Serikat dijadwalkan menyelenggarakan pemilu paruh waktu Kongres pada 3 November 2026.

Pemungutan suara tersebut akan menentukan komposisi baru Kongres Amerika Serikat untuk periode berikutnya.

Menjelang pelaksanaan pemilu, perkembangan konflik dengan Iran menjadi salah satu persoalan yang dihadapi pemerintahan Trump.

Sementara itu, laporan mengenai penyusunan opsi serangan oleh CENTCOM belum berarti pemerintah AS telah menetapkan keputusan untuk melaksanakan operasi militer.

Menurut The Atlantic, pembahasan mengenai kemungkinan serangan sebelum maupun sesudah pemilu masih berlangsung.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026